Connect with us

Daerah

Akademisi Untad Sebut Kerajaan Baru Cari Eksistensi

Ketua Program Studi Sosiologi, Sudirman K.Udja. [Miftahul Afdal/Utustoria]

Utustoria, PALU – Kerajaan baru yang ramai bermunculan di Indonesia saat ini mulai dari Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, sampai King Of The King yang membawa nama Jokowi dan Prabowo Subianto mendapat respon dari Akademisi Universitas Tadulako yang juga sebagai Ketua Program Studi Sosiologi, Sudirman K.Udja saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/01/2020).

Ketua Program Studi Sosiologi, Sudirman K.Udja menyembutkan kerajaan baru yang bermunculan hanya ingin mencari eksistensi melalui perkenalan kerajaan yang mereka buat sendiri.


“Faktor pemicunya ini hanya sekedar mau dikenal,” imbuhnya.

Sudirman mengatakan, sosial media juga menjadi pengaruh kerajaan baru bermunculan diakibatkan keterbukaan informasi dan komunikasi.

“Perkembangan media masa sekarang membuat mereka ingin eksis, ternyata secara aspek hukum tidak memenuhi syarat formalnya sehingga ini dianggap sebagai pembohongan publik,” kata Sudirman.

Sudirman juga mengungkapkan, apabila kehadiran kerajaan baru ingin merubah sistem pemerintahan saat ini, tentunya itu bagian dari kelompok yang kecewa.

“Jika menentang dari orientasi Pemerintah berarti muncul dari kelompok-kelompok yang mungkin tidak terpenuhi keinginannya di masa pasca Pemilihan Presiden kemarin,” ungkapnya.

“Membuat sebuah sistem alternatif atas kekecewaannya, pelampiasan ketidak puasan, sehingga mau merusak tatanan sosial yang sudah mapan,” Sambung Sudirman.

Menurut dosen Sosiologi itu, secara teoritis, sebagaimana Talcott Parsons yang melihat masyarakat adalah sebuah sistem, maka kerajaan baru ini saling mengaitkan.

“Bisa saja kerajaan baru yang ada ini, saling berkaitan satu sama lain,” jelasnya.

Sudirman menambahkan, bahwa terpengaruhnya masyarakat sebagai pengikut pada kerajaan baru seperti di Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, akibat dari bangsa Indonesia yang lebih tertarik dengan hal-hal simbolik.

“Misalnya ada tawaran bagi pengikutnya akan mendapatkan jabatan Gubernur di kerajaan, dan juga petinggi sampai pada status jenderal. Simbol-simbol itu yang menyebabkan orang secera psikologis menempatkan dia pada status tertentu,” tutupnya. (Afdal)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: