Connect with us

Daerah

ALARM Sulteng Berharap Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN Ditindaklanjuti

Utustoria , PALU – Ketua Aliansi Relawan Rusdi Mastura (ALARM) Sulawesi Tengah, Andi Aril mengatakan sejak diterbitkannya pemberitahuan resmi Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tengah ke publik tentang status temuan dugaan pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan segera ditindaklanjuti oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KSAN) dan harus transparan, sebab, diduga memenuhi unsur-unsur pelanggaran netralitas ASN, saat ditemui di Markas Besar ALARM, Selasa (14/01/202).

“Kami pada dasarnya menganggap ini sebuah langkah maju dari Bawaslu walaupun sebenarnya bagi kami terlambat, karena sejak 1 Oktober dibunyikan Lounching pilkada mestinya Bawaslu sudah melakukan pengawasan yang ketat,” katanya.

Andi mengungkapkan, ia dan team ALARM sudah gregetan kapan Bawaslu Sulteng bisa menindak ini, karena Oktober sampai Januari sudah 3 bulan lebih, mudah-mudahan kedepan Bawaslu bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat.

“Kami mendapatkan laporan dilapangan 3 ASN yang terlapor kemarin itu di Bawaslu Sulteng, masih ada baliho-balihonya di beberapa tempat, jangan hanya penindakan dari aspek ASN saja tapi juga harus dari unsur pilkada, minimal menarik semua baliho karena bagi kami ini menganggu demokrasi,”ungkapnya.

Selanjutnya, bagi Andi, siapa pun yang bertarung atau berkompetisi di Pilkada Sulteng 2020, harus menggunakan cara-cara yang fer secara jujur, ini yang penting, kalau sudah proses langkah awal menjadi pemimpin tidak jujur, maka Andi meyakini kedepanya tidak akan ada kejujuran nantinya.

“Ini pelajaran bagi semua orang yang mau menjadi pemimpin di Sulawesi Tengah, ketika dia ada niatan seharusnya jauh-jauh hari dia harus membuat sikap,” ungkapnya.

Andi juga menambahkan bahwa jabatan sebagai ASN berpotensi disalah gunakan, ia menuturkan tidak boleh memanfaatkan jabatannya apalagi ketiga ASN yang dilaporkan di Bawaslu Sulteng ini punya jabatan penting.

“Beberapa staf yang terlapor ini secara diam-diam diduga melakukan bisikan kepada masyarakat dan kami punya info soal itu meski tidak ada cara agenda politik tapi ada bisik-bisik di belakang layar, ini berbahaya,” tuturnya.

Andi dan team ALARM berharap sebenarnya awal dari permasalahan ini muncul, Gubernur melakukan ketegasan seperti himbauan kepada seluruh ASN untuk menahan diri karena adanya status sebagai ASN.

” Sekarang masyarakat sudah cerdas, masyarakat tidak bisa lagi ditekan ini dunia transparansi,” tandasnya. (Afdal)

Advertisement
%d bloggers like this: