Connect with us

Daerah

Bank Mandiri dan Untad Palu Gelar FGD Bertema Probematika Bisnis Perbankan Pasca Bencana Pasigala 18 Oktober 2019 Penulis Sarifudin Sukura

Utustoria.com , PALU – Bank Mandiri bersama Universitas Tadulako (Untad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Problematika Bisnis Perbankan Pasca Bencana Alam Pasigala di Gedung Media Center Untad, Kamis, (17/10/2019).

Dalam kegiatan ini, Bank Mandiri menghadirkan narasumber dari berbagai pihak diantaranya, Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Amiruddin, Hosea dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu, Nasrum dosen Fakutas Hukum Untad dan moderator Mohammad Iqbal Ketua Aliansi Jurnalis Independen Palu.

Acara itu juga dihadiri ratusan peserta dari berbagai pihak, masing-masing, perwakilan dari Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Badan Pertanahan Nasional, Kepolisian, Perhimpunan Perwakilan dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah, Perwakilan Dosen dan Mahasiswa Fakultas Hukum Untad serta media lokal maupun nasional.

Ada empat aspek yang dibahas dalam diskusi tersebut di antaranya, aspek hak tanggungan pasca bencana alam, pemulihan kondisi perekonomian Sulteng pascabencana alam melalui kebijakan perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan, harapan dan fakta aspiratif masyarakat pasca gempa terkait dan kewajiban sektor perbankan dan problematika hukum dan penyelesaian kredit bermasalah dan agunannya dalam prespektif hukum perbankan dan agunannya dalam prespektif hokum perbankan dan agrarian.

Dalam sambutan rektor Untad yang di wakili Dekan Fakultas Hukum Untad Sulbadana mengatakan, Pasca gempa tersebut tentu saja sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial termasuk kehidupan perekonomian di sulteng khususnya di kota palu.

Sektor berbankan memegang peranan yang sangat penting untuk kembali merangsang perekonomian baik sektor usaha2 mikro kecil maupun menengah.

“Namun salah satu kendala membangun perekonomian dari sektor usaha mikro yang bingung untuk membangun kembali usaha mikro”, katanya.

Sulbadana juga menambahkan, akibat penetapan dari lembaga yang berwenang pada geologi yang menetapkan pada kawasan yang tertentu itu telah ditetapkan oleh zona merah.

“Padahal secara kasat mata, beberapa kawasan yang ditetapkan pada zona merah itu masi memungkinkan untuk dilakukan upaya – upaya perekonomi di kawasan tersebut, Ini salah satu hambatan perekonomian untuk pulih kembali seperti sediakala, ” tuturnya.

“Maka focus group discussion merupakan salah satu langka langkah-langkah bagaimana membangun sinergi antara stik folder sehingga keadaan perekonomian dan kondisi sosial di masyarakat kota Palu itu dapat pulih kembali dan keadaan kesejatraan masyarakat kota Palu dan sekitarnya itu bisa tercipta dengan baik”, tambahnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
%d blogger menyukai ini: