Connect with us

Daerah

Bantuan KIS di Toili akan Ditarik?

Futuready.com

Utustoria, BANGGAI – Masyarakat Kecamatan Toili diminta untuk tidak cepat terpengaruh oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Seperti adanya informasi terkait adanya rencana penarikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara massal oleh pihak pemerintah.

Kepala UPT Dinas Kesehatan Toili (Kepala Puskesmas Toili II) Sutanyo S.Km menyampaikan bahwa berita tersebut adalah hoax dan tidak memiliki dasar.

Perlu diketahui lanjut Sutanyo, terdapat 3 sumber terkait pendanaan BPJS KIS tersebut, yakni APBN, APBD 1 dan APBD 2. Jika diakumulasi secara keseluruhan dan digabung dengan BPJS Mandiri, jumalah Jaminan Kesehatan BPJS di Kecamatan Toili kurang lebih sekitar 24.000 lebih. Sedangkan khususnya melalui APBD 2 (Kabupaten) sebanyak 8.100 kartu.

Ternyata, setelah dilakukannya Validasi data (pemuktahiran) , terdapat masalah yang seharusnya hampir seluruh masyarakat telah ditangani oleh BPJS KIS dari beberapa sumber tadi, menjadi ada pihak yang tidak mendapatakan. Dan berdasarkan validasi data, dari 8.100 pemegang KIS, 2.000 lebih diantara perlu dilakukan perbaikan. Seperti, adanya penerima ganda yang dididanai oleh APBN dan APBD, sehingga ganda dalam pembayaran ke pihak BPJS dan dianggap mubazir.

Selain itu lanjut dia, adanya perubahan taraf hidup, yang sebelumnya penerima manfaat merupakan masyarakat kategori kurang mampu ternyata saat ini dirinya lolos sebagai ASN atau mereka bekerja disalah satu perusahaan. Sehingga bisa dialihkan ke pihak yang lebih membutuhkan. Serta orang yang telah meninggal namun belum terdata, sehingga pihak BPJS tetap menerima pembayaran melalui dana APBN ataupun APBD. Sehingga mengakibatkan kerugian dan tidak termanfaatkan dengan semestinya.

Atas dasar itulah, pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas terkait akan melakukan penarikan. Namun tidak secara massal, karena hanya beberapa yang dianggap layak untuk dilakukan penarikan agar warga yang lebih layak mendapatkan bisa terfasilitasi KIS.

Bagi masyarakat Toili yang belum memegang KIS, disarankan untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dengan begitu Pemerintah Kecamatan juga akan membantu merekomendasikan ke Dinas terkait agar segera mendapatkan KIS untuk digunakan sebagai keperluan kesehatan.

Sutanyo berharap agar masyarakat dapat menyaring informasi yang diperoleh dan tidak mudah merespon berita yang belum jelas kebenarnya.(um)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: