Connect with us

Hukumkriminal

Berupaya lakukan suap Rp 2 Milyar, terduga bandar besar narkoba di Palu berhasil ditangkap

Utustoria , PALU – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) dengan upaya menyebarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) serta surat permintaan cekal kepada Ditjen Imigrasi berhasil tangkap pelaku diduga sebagai bandar besar narkoba di Palu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol. Dodi Rahmawan mengatakan, pelaku terduga sebagai bandar besar narkoba di Palu berhasil ditangkap setelah berupaya menawarkan suap Rp 2 Milyar kepada aparat Imigrasi Bandara Kualanamu. Keduanya ditangkap setelah beberapa minggu melarikan diri ke Malaysia untuk menghindari pencarian oleh tim Ditresnarkoba Polda Sulteng.

“Pelaku yang berinisial A (35) sesuai KTP beralamat di Batu Ampar Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, dan IF (39) alamat sesuai KTP Pulo Gebang Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur, dimana pada tanggal 12/12/2019 keduanya telah diamankan pihak Imigrasi Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara pada saat baru tiba dari Malaysia dengan pesawat Malaysia Airlines,” Ungkapnya melalui siaran persnya, di Mako Polda Sulteng, Kamis (20/12/2019).

Kemudian. Lanjut Dodi, Tim Ditresnarkoba Polda Sulteng dipimpin AKBP Sembiring, pada tanggal 13/12/2019 langsung diberangkatkan ke Medan Sumatra Utara untuk melakukan koordinasi dan penjemputan pelaku serta melakukan investigasi terhadap aset milik pelaku A (35) di Wilayah Jakarta, Bekasi dan Makassar.

“Pada hari Rabu 18/12/2019 sekitar Pukul 21.25 Wita kedua pelaku dikawal tim Ditresnarkoba dibawa ke Polda Sulteng,” ujarnya .

Dodi juga mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara A (35) mengakui keterlibatannya dalam peredaran Narkotika di Palu dan alasannya melarikan diri ke Malaysia untuk menghindari pencarian Kepolisian.

“Saudara A ditetapkan tersangka dan disebarkan DPO serta permintaan pencekalan karena terkait dengan beberapa kasus yang telah ditangani Ditresnarkoba Polda Sulteng, setidaknya ada empat kasus dengan empat tersangka yang ditangani baik yang sudah divonis maupun masih dalam proses penyidikan yang menyebut asal narkotika adalah dari saudara A,” Jelas Dodi.

“A ini terlibat dalam peredaran Narkotika di Palu sejak tahun 2013, dan diduga berperan sebai pemasok atau pengendali peredaran sabu sabu di wilayah Tatanga, Kayumalue, Anoa dan wilayah lain di Kota Palu, Selain itu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan telah menemukan adanya aset milik A yang nilainya puluhan Milyar Rupiah berupa tanah, bangunan dan lima unit kendaraan berupa 1 unit Mobil Proton, 1 Unit Dump Truck, 1 unit Hardtop, 1 unit Mobil Honda Feed dan 1 unit mobil Honda Fiesta yang berada di Jakarta dan Bekasi, serta dugaan adanya jaringan A di Makasar dan Palu dengan ditemukannya Rekening Bank,” tambah Dodi.

Tindak lanjut Penyidik akan terus melakukan pendalaman dan pengembangan jaringan A di Kota Palu serta tidak menutup kemungkinan keterlibatan A pada jaringan Internasional, koordinasi dengan PPATK dan Perbankan serta sesegera mungkin melakukan Penyitaan barang bukti diatas.

“Penanganan perkara A penyidik selain menerapkan Undang Undang Narkotika No.35 Tahun 2009 juga akan menjerat tersangka dengan tindak pidana pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Undang Undang No.8 Tahun 2010 dengan ancaman 20 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Milyar,” Tutup Dodi.

Dalam kegiatan konferensi pers tersebut Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol. Dodi Rahmawan didampingi Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, dan Kasubdit II Ditresnarkoba Akbp P. Sembiring. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: