Connect with us

Daerah

BPBD Kota Palu Akan lakukan Verifikasi Data Terkait Bantuan Dana Stimulan Tahap II

Utustoria , PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu akan melakukan verifikasi data terkait bantuan dana stimulan tahap II kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kota Palu, Mohammad Issa Sanusi, SE mengungkapkan untuk dana stimulan tahap II yang pertama dari sisi pelaksanaan teknisnya untuk secara pendanaan memang telah ada direkening keuangan pemerintah daerah bukan direkening BPBD Kota Palu, dan yang kedua dalam sistematika penyaluran akan ada peduli teknis yang akan ditetapkan dalam peraturan Gubernur.

“Sementara waktu kami melaksanakan operasional persiapan dalam proses penanganan penyaluran dana stimulan, sambil menunggu petunjuk teknis di tetapkapkan, kami masih melakukan pengolahan data, verivikasi data, dan validasi data by name by address bagi untuk keluarga calon penerima,” ungkapnya saat ditemui di kantor BPBD, Jum’at (22/11).

Lanjut dia, pengalokasian anggaran dana stimulan tahap II sebesar Rp 820 Miliar yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang akan disalurkan sesuai dengan 3 kategori yaitu, rusak berat sejumlah Rp 50 Juta, rusak sedang Rp 25 Juta, dan rusak ringan Rp 10 Juta bagi warga yang terdampak bencana.

“Proses kedepan yang kami pikir adalah rekrutmen koordinator dan asisten dalam rangka perdampingan terhadap warga calon penerima, sampai pada kami akan melakukan pelatihan terhadap koordinator dan asisten, setelah koordinator dan asisten selesai pelatihan barulah kita melaksanakan assessment 3 kategori yang ada di tingkat warga” tutur Issa.

Validasi yang dilakukan melalui petunjuk teknis BNBA bukan hanya nama NIK dan NUK tapi jug kepemilikan tanah terhadap bangunan yang akan direhab dan direkonstruksi .

“Jumlah rumah warga yang masuk dalam validasi sesuai ketegori rusak berat sebanyak 4.000, rusak sedang 15.000, dan rusak ringan 18.000, semua akan dilakukan asesmen di tempat, semisal warga mengatakan rumahnya rusak berat apabila tidak sesuai dengan penilaian dan perhitungan kami itu akan ada konsekuensinya” tegasnya. (Afdal)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: