Connect with us

Cerita Utus

Cerita Pendamping Dari Desa Untuk Pemuda Desa


PEMUDA DESA harus memiliki tenaga yang besar, pemikiran, semangat, kreativitas, serta inovasi untuk berkiprah dalam membangun desa. Dan menjadi generasi melenial yang tidak lagi acuh terhadap pembangunan di desa.

Efri Agustitus – Pendamping Lokal Desa

Pemuda menjadi harapan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat dan kemandirian Desa.

Keberadaan Pemuda Desa juga harus mampu mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas Desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target program prioritas Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI melalui peningkatan produktivitas perdesaan serta mendorong penggunaan Dana Desa (DD) yang lebih berkualitas efektif dan efisien melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Untuk saat ini Pemerintah Desa berlomba-berlomba menciptakan program inovasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Dengan ini peran pemuda sangat dibutuhkan.

Dari 24 Desa yang ada di kecamatan Toili misalnya, ada beberapa desa yang telah sukses berinovasi. Seperti Desa Tanah Abang yang telah berupaya berinovasi melalui Wisata Sawah yang saat ini mulai dikenal oleh masyarakat Toili dengan “Dego-Dego Sawah,”. Wisata sawah ini diharapkan selanjutnya sebagai program yang dapat meningkatkan pendapatan desa melalui kunjungan wisatawan yang ada.

Selain itu, Desa Marga Kencana yang berinovasi memanfaatkan lahan desa yang ada untuk pembangunan Kios Desa, dengan begitu warga desa dapat menjual produk ungulan desa tersebut. Dan pemerintah desa dapat meningkatkan PAD melalui penyewaan kios desa yang ada serta unit usaha yang di kembangkan oleh BUMDes Marga Kencana.

Sehinganya kedepan pemerintah desa tidak lagi bergantung akan kucuran Dana Desa, melainkan dapat mandiri dengan adanya PAD yang dapat dikelola untuk kesejahteraan warga desa.

Ujung tombak prmbangunan di desa sebenarnya ialah keberadaan sari pemuda desa itu sendiri yang merupakan tulang pungung desa. “Pemuda Desa hari ini harus memiliki tenaga yang besar, pemikiran, semangat, kreatifitas serta inovasi untuk berkiprah dalam pembangunan desa. Dan menjadi generasi milenial yang tidak lagi acuh terhadap pembangunan di desa,” jelasnya.

Untuk saat ini kendala yang didapati ialah masih banyak desa yang belum mampu mengelola potensi yang dimiliki hal tersebut terkait dengan kapasitas Desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif Desa Membangun disadari masih memiliki keterbatasan, tampak dalam kapasitas Aparat Pemerintahan Desa dan masyarakat, kualitas tata kelola Desa maupun sistem pendukung yang diwujudkan regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan Desa. Sehinga akan berdampak pada kwalitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan Desa kurang yang kurang optimal dan kurang memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa.

Untuk itu peran kita semua warga desa sangat di butuhkan terkait dengan mewujutkan amanat UU Desa no.6 yakni menuju desa mandiri dan sejahtera.

Masih adakah Pemuda Desa untuk Desanya?

Untuk Anak Desa

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: