Connect with us

Daerah

Dianggap Sebarkan Berita Bohong dan Ujaran Kebencian, Ini Penjelasan Sadig Al Habsyie

Utustoria , PALU – Muhammad Sadig Al Habsyie menanggapi terkait laporan dan panggilan kepolisian yang ditujukan terhadap dirinya dengan dugaan telah menyebarkan berita bohong sekaligus ujaran kebencian kepada Ketua Ketua Utama Alkhairaat disalah satu akun pribadi Facebooknya.

“Terkait dengan laporan dan surat panggilan dari kepolisian yang saya terima, saya dilaporkan terkait dengan status di akun Facebook pribadi saya, saya menulis didalam struktur organisasi Alkhairat ada penganut ajaran Syi’ah, itu memang betul adanya, bahwa didalam struktur Alkhairaat sudah ada penganut Syi’ah, salah satunya ketua HPA wilayah Provinsi Sulteng Dedi Irawan, itu yang saya maksud bahwa Dedi Irawan itu adalah penganut ajaran Syi’ah, saya punya data terkait itu, silahkan cek di akun Facebooknya @Mehdi Dedi, itu suda sangat jelas,” Ungkapnya melalui siaran Persnya, di Cafe Finally Coffe dan Milk Shake di Jalan Nangka Kota Palu, Jum’at (15/11 /2019)

Mohammad Sadig Al Habsyie selaku Ketua Forum Abanaul Khairaat dan Pembela ajaran Guru Tua juga mengatakan bahwa persoalan ini adalah murni persoalan umat karena menyangkut orang banyak dan murni sebagai persoalan internal didalam struktur organisasi Alkhairaat.

“Saya sebagai Abnaul Khairaat, saya juga sebagai cicit Kandung dari Guru Tua, melihat ketika ada paham ataupun ajaran yang masuk dalam Alkhairaat itu bertentangan dengan ajaran Guru Tua, saya berhak terkait hal itu, saya tidak akan tinggal diam, karena suda sangat jelas bahwa Alkhairaat itu berasaskan Aswaja itu juga berdasarkan AD ART Alkhairaat, jadi tidak ada tempat bagi penganut ajaran Syi’ah masuk dalam Alkhairaat,” ujar Habib Sadig.

Cicit dari pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri yang dikenal dengan sapaan Guru Tua ini juga menilai masuknya Dedi Irawan di struktur kelembagaan Alkhairaat sebagai ketua HPA wilayah Provinsi Sulteng tidak bisa di biarkan karena sangat berbahaya dalam proses kaderisasi kepemudaan didalam tubuh Alkhairat itu sendiri.

“Dalam hal ini Pengurus Besar (PB) Alkhairaat yang mengesahkan SK selaku organisasi badan tertinggi pengelolaan harian didalam lembaga Alkhairat, untuk segera memecat Dedi irawan selaku ketua HPA wilayah Provinsi Sulteng karena bertolak belakang dengan akidah Alkhairat,” tuturnya .

Lanjutnya, terkait dengan ajaran Syi’ah, ini sangat berbahaya karena bertentangan dengan ajaran Guru Tua karena Alkhairaat berasaskan Aswaja, selain itu Fatwa MUI itu juga sangat jelas bahwa aliran Syi’ah ini adalah aliran sesat dan menyesatkan.

“PB Alkhairaat harus peka dan tegas terhadap kondisi Alkhairat didalam persoalan akidah jangan ada pembiaran terkait Syi’ah ini, mengingat latennya syiah didalam Alkhairat. Saya juga meminta
agar PB menutup akses apapun bagi Dedi irawan untuk mengatas namakan Alkhairat,” lanjut Sadig.

Terkait dengan laporan dan panggilan kepolisian yang di tujukan kepadanya, dia akan memenuhi laporan itu dan akan melakukan laporan balik diwaktu yang sama.

“Sebagai Warga Negara yang baik saya akan penuhi panggilan Polisi terhadap laporan yang dilakukan Mohammad Syarief, saya akan mengikuti proses hukumnya bagaimana, saya juga akan melaporkan balik yang melaporkan saya, saya suda agendakan bersama kuasa hukum saya,” tandasnya .

“Apapun tantangan dan rintangan yang akan saya dapatkan kedepannya, saya tidak akan gentar untuk berjuang, tidak ada yang bisa menghalangi saya untuk terus berjuang mempertahankan ajaran Guru Tua di Alkhairaat, ini murni adalah kepentingan umat bukan kepentingan pribadi maupun kelompok, jadi sekali lagi saya katakan saya tidak gentar untuk terus berjuang,” imbuhnya .

Olehnya. Dirinya mengajak seluruh umat islam khususnya Abanul Khairaat Menjaga ajaran Guru Tua yang berhaluan aswaja.

Dari informasi yang dihimpun media ini , sebelumnya Muhammad Syarif Aljufri yang didampingi tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah yang diketuai Juliarner Aditia Warman melaporkan Akun atas nama Sadiq Habsyie ke Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin, (21/10/2019) lalu karena dianggap membuat berita bohong dalam kicauannya di kolom komentar Facebook dengan menyebut Tokoh Utama Alkhairaat Penganut ajaran Syi’ah.

Laporan tersebut tertuang dalam surat laporan polisi bernomor LP/311/X/2019/SULTENG/SPKT itu, akun facebook tersebut dilaporkan dengan perkara UU ITE yang terjadi diantara rentang waktu September – Oktober 2019. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
%d blogger menyukai ini: