Connect with us

Hukumkriminal

Ditpolairud Polda Sulteng Ringkus 4 Orang Terduga Pelaku Bom Ikan di Morowali

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, SIK saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan di Palu, Rabu (5/2/2020). [Muhajir MJ Sabaan/Utustoria]

Utustoria, PALU – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) kembali meringkus 4 (Empat Orang) diduga melakukan Tindak Pidana Perikanan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan) di wilayah perairan Desa Buajangka, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, S.IK dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di Palu, Rabu (5/2/2020) menyebutkan, keempat yang diringkus yakni G alias R, M alias A, MN alias C dan H.

“Semua pelaku adalah warga Desa Buajangka, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali,” terang Kabidhumas yang didampingi Kasubdit Patroli Airud AKBP Ridwan, SH dan Kasisidik Subdit Gakkum Polairud Polda Sulteng Kompol Maxsi H.T Gaghauna, SH, MH.

Didik mengatakan, kronologis penangkapan terhadap pelaku pada 26 Januari 2020 itu, berawal saat Tim Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Sulteng yang dipimpin AKP Charlie Salindehon menuju TKP kapal Tongkang muatan Ore Nikel, yang kandas akibat cuaca buruk di Pulau Stagal Kecamatan Menui, Kabupaten Morowali.

Ketika petugas berada di antara Pulau Paku dan Pulau Bapa, tepatnya di perairan Desa Buajangka, petugas melihat adanya perahu Bodi yang bermuatan empat orang nelayan. Personil Dit Polairud mendekati perahu dan menanyakan tujuan para nelayan yang berada di perahu tersebut.

“Kepada petugas, nelayan tersebut mengakui bahwa mereka telah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan Bahan peledak (Bom). Berdasarkan pengakuannya, petugas langsung mengamankan ke 4 nelayan tersebut, bersama barang bukti untuk dibawa ke Kantor Ditpolairud Polda Sulteng guna pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

 Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa, satu unit Perahu bermesinkan Merek Tianlie 30 PK, satu unit Kompresor, satu buah Tabung Gas, Ikan berbagai jenis dan ukuran sekira 50 Kg, dua Rol Selang Kompresor sepanjang 30 meter, tiga pasang sepatu katak, dua buah kaca mata selam, lima buah jaring pengumpul ikan, satu Roll Kabel warna hitam, tiga buah kaos tangan.

Selain itu juga diamankan barang bukti lainnya yakni, satu buah Accu 40 Amp, satu buah Accu 12 Amp, dua buah Baterai, dua buah gulungan benang jahit, dua botol Vitsal yang berisi cairan, 4 botol Bir berisi bahan peledak (Handak) yang terpasang Dopis 4 buah, 3 botol ABC berisi Handak yang terpasang Dopis 3 buah, 2 Jerigen 5 Liter yang berisikan butiran warna putih, 5 botol berisikan Butiran warna putih, 5 Buah Dopis dan 1 buah alat pengukur kedalaman laut.

Berdasarkan pemeriksaan saksi dan pelaku, ke empat tersangka telah terbukti melakukan Tindak Pidana Perikanan, berupa melakukan penangkapan ikan menggunakan bom ikan, yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan RI.

Pelaku akan dikenakan Pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) dan/atau Pasal 100 B Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

“Saat ini petugas telah menyita barang bukti dan keempat pelaku telah ditahan di Rutan Polda Sulteng,” katanya.

Polda Sulteng Sulteng melalui Dit Polairud menghimbau kepada masyarakat atau nelayan agar melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak melanggar hokum atau yang dapat merugikan atau merusak kelestarian sumber daya dan ekosistem laut. (Hajir)

Advertisement
%d bloggers like this: