Connect with us

Politik

DPW PAN Sulteng : SK Rekomendasi Rusli Dg Palabbi Maju di Pilgub 2020 Diragukan

Sekretaris Tim Pilkada DPW PAN Sulteng Egar Mahesa SH, bersama unsur Wakil Ketua Wilayah DPW PAN Sulteng, Wahid Mardani. [Muhajir MJ Saaban/Utustoria]

Utustoria, PALU – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah, Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Sulawesi Tengah, menjelaskan terkait rekomendasi Rusli Dg Palabbi maju dipilkada 2020 tidak memenuhi prosedur partai serta Surat Keputusan (SK) yang beredar saat ini diragukan keabsahannya.

Egar mahesa SH, selaku Sekretaris Eksekutif Wilayah dan juga selaku Sekretaris Tim Pilkada DPW PAN Sulteng menyampaikan, terkait dengan rekomendasi harus melalui tim pilkada ditataran DPW.

“Itu semua harus melalui tim pilkada dulu, nanti dari Tim Pilkada ini melakukan pengajuan Ke DPP dan kemudian setelah dari DPP barulah keluar mana nama-nama yang direkomendasikan untuk maju,” ungkapnya, saat ditemui di Sekretariat DPW PAN Sulteng, Kota Palu, Rabu (19/2/2020).

Egar Mahesa juga menyampaikan, terkait dengan niatan Rusli Dg Palabbi maju dalam kontestasi Pilgub di 2020 ini tidak pernah melakukan koordinasi dengan DPW PAN Sulteng.

“Bagaimana kami selaku pengurus DPW mau bilang dia itu melalui Prosedural kepartaian, tiba tiba beredar SK rekomendasi dari DPP, sedangkan selama ini tidak ada komunikasi dengan kami di DPW, jadi wajar kalau Ketua DPW kami bilang itu SK abal abal, nah itu memang betul bukan hanya sebatas narasi, karena faktanya seperti itu, tidak melalui Proses normatif secara normal,” jelasnya.

Egar juga mengatakan, Ia selaku Sekretaris Tim Pilkada DPW Sulteng, juga sangat meragukan SK yang dipegang oleh Rusli Dg Palabbi karena sejauh ini belum ada tembusan dari DPP soal SK yang di publish itu.

“Itu hanya pengakuan dan klaim saja, dia dapatkan SK tapi sekali lagi kami mengatakan itu tidak melalui Prosedural, dia itu hanya mengurus sendiri dan tidak melalui mekanisme secara keorganisasian,” kata Egar.

“Kemudian juga berdasarkan AD ART Partai, rosedural itu harus dilaksanakan, berarti kalau tidak melalui proses itu, berarti DPP juga melangkahi prosedur itu, itu kan tidak mungkin, tidak mungkin DPP melangkahi Prosedural itu,” tambahnya.

Egar juga mungungkapkan, dalam proses kongres yang dilaksanakan baru baru ini, pengurus DPP yang baru belum mendapatkan SK dari Kemenkumham.

“Pasca kongres Itu, harus disahkan dulu dari pengurusnya, dan itu SK nya belum diterbitkan, karena ketua umum baru demisioner. Tiba-tiba muncul SK, itu kan luar biasa. Kita lakukan koordinasi dengan DPP sendiri masih sulit karena baru selesai kongres belum di terbitkan SK dari Kemenkumham,” ujarnya.

Kemudian lanjut Egar, sebelum kongres dilaksanakan yang mengantongi rekomendasi pertama hanya Sigit Purnomo Said (Pasha).

“Selama ini hanya Pasha yang didorong dan itu jauh sebelum ada deklarasi, dan itu DPP yang mendorong, kami juga di DPW memberikan penguatan. Maka disitu ketua DPW mengatakan, tidak ada selain Pasha yang kami dorong,” tandasnya.

“Sehingga pada saat itu kami memberikan opsi tawaran ke Pasha, bagaimana kalau dia jadi wakil, dan dia mengatakan kalau DPP yang perintahkan dia siap. Baru-baru ini dia kan dilamar sama Anwar Hafid untuk untuk jadi wakil mendampinginya dalam kontestasi, itu suda fix Pasha bersama Anwar Hafid,” lanjutnya.

Tambahnya, untuk sekarang ditataran DPW lagi fokus melakukan konsolidasi sampai ketingkat bawah dan mengikuti langkah langka yang ditetapkan oleh KPU.

“Pasca kongres ini banyak gonjang ganjing, kita berupaya untuk menetralisir, supaya satu langka satu tujuan, bagaimana memenangkan kontestasi pilkada serentak tahun 2020,” tegasnya.

Egar berharap agar semua kader agar menjadi kader yang “Sami’na watona” jangan terlalu banyak bermanuver kiri manuver kanan, merapatkan barisan demi satu tujuan menjaga persatuan dan kesatuan,” tutupnya. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: