Connect with us

Daerah

Dugaan Praktik Penjualan BBM Ilegal, HIPMI dan Aleg Perindo Morowali Minta Penegak Hukum Bertindak

Putra Bonewa (Anleg Perindo Morowali)

PUTRA BONEWA: Jangan Hanya Masyarakat Kecil yang Ditindak

Utustoria, MOROWALI- Saat ini, pembeli bahan bakar minyak (BBM) yang menggunakan jeriken disetiap SPBU yang ada di Kabupaten Morowali kerap menui kritikan baik secara langsung ataupun melalui pesan komentar di media sosial.

Pasalnya, pengisian BBM dengan menggunakan jeriken tersebut sangat menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya yang menggunakan kendaraan bermotor.

Sebab dengan kehadiran jeriken disetiap SPBU di Morowali ini, selalu menimbulkan kemacetan di ruas jalan raya karena yang terjadi saat ini, pihak SPBU lebih mengutamakan pengisian BBM di jeriken ketimbang pengisian di kendaraan bermotor. Alhasil, sering terjadi cekcok antara pemilik kendaraan bermotor yang antri dengan petugas SPBU.

Hal ini tentunya sangat menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Untuk itu ketika menerima laporan atas ketidaknyamanan masyarakat terkait kehadiran jeriken disetiap SPBU tersebut, petugas Kepolisian setempat sesekali melakukan tindakan tegas seperti menyita jeriken yang tidak mengantongi izin pembelian BBM (petani dan nelayan) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali.

Dibalik sorotan yang terus mengalir kepada SPBU karena lebih mengutamakan melayani pengisian jeriken, salah satu anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Morowali Jumadin justru memiliki pandangan yang berbeda.

Saat ditemui Senin kemarin (23/3), Jumaldin menegaskan bahwa seharusnya petugas penegak hukum di Morowali juga menindak dengan tegas penjual BBM yang diduga ilegal yang saat ini banyak beraktivitas di Morowali khususnya di Kecamatan Bahodopi.

“Janganlah hanya mengkambing hitamkan pembeli BBM subsidi yang menggunakan jeriken di SPBU, sementara kegiatan jual beli BBM ilegal (black market,red) dibiarkan terus berjalan. Sama saja kita pilih kasih dalam menegakkan aturan,”tegasnya.

Pria yang akrab disapa Adi ini menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh di Morowali sendiri utamanya di wilayah Kecamatan Bahodopi banyak terdapat praktek jual beli BBM yang dinilai ilegal dan bebas.

“Kenapa warga yang membeli BBM menggunakan jeriken di SPBU sering ditindak, sementara praktek penjualan BBM ilegal yang tidak tahu dari mana asalnya dibiarkan berjalan. Publik perlu ketahui harga pasar Industri di wilayah Bahodopi utamanya di Kecamatan Bungku Pesisir itu murah sekali, kalau bukan BBM ilegal mana mungkin harganya murah sekali sampai hanya sepuluh ribu perliter,” tanya Adi.

Tidak hanya soal dikambing hitamkannya pemain minyak jeriken di SPBU, tetapi menurut Adi dalam praktek jual beli BBM ilegal ini dirinya juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Morowali) merugi dalam sektor pajak.

“Puluhan ribu ton BBM Ilegal yang berhasil terjual setiap harinya di Morowali ini, sudah pasti tidak dikenai pajak karena tidak terawasi dengan maksimal. Dengan begini, otomatis Pemerintah rugilah. Kita juga mau salahkan perusahaan yang membeli boleh saja, tapi ingat pembeli selalu diganggu dengan tawaran harga murah oleh pemain BBM ilegal. Hal ini terjadi, juga tidak terlepas dari lemahnya pengawasan Pemerintah di daerah ini,”ujarnya.

Sementara itu terkait hal yang sama, salah satu anggota DPRD Morowali dari partai Perindo Putra Bonewa menyatakan bahwa aparat penegak hukum harus adil dalam menegakkan hukum.

“Masyarakat yang membeli BBM menggunakan jeriken, hanya ingin menjual eceran untuk kebutuhan masyarakat umum. Sementara praktek penjualan BBM Ilegal, hanya melayani tempat-tempat tertentu. Jadi kalau dianggap aksi pembelian BBM menggunakan jeriken salah dan harus ditindaki, maka praktek penjualan BBM Ilegal yang ada harus ditindaki juga dong,”jelas Anleg dari Komisi II yang membidangi Ekonomi ini.

Putra Bonewa menambahkan, untuk melayani tempat-tempat tertentu seperti di perusahaan pertambangan, di Morowali sendiri banyak terdapat BBM yang legal (full dokumen).

“Mungkin pihak perusahaan mau membeli BBM legal, hanya saja lantaran masih adanya oknum yang menjual BBM ilegal dengan harga murah, maka pihak perusahaan terlena. Untuk itu, saya berharap agar aparat penegak hukum menindak tegas semua oknum yang menjual BBM Ilegal. Jangan hanya masyarakat kecil yang ingin mengecer BBM subsidi di kios-kios dengan keuntungan kecil ditindak, sementara oknum yang memperjualbelikan BBM ilegal dengan keuntungan yang banyak dibiarkan beraktivitas. Kan aneh kalau hal seperti ini terus terjadi,”harapnya.(AL)

Advertisement
%d bloggers like this: