Connect with us

Daerah

Edarkan Kosmetik Secara Ilegal , Dua Pemuda di Palu Ditangkap Ditreskrimsus Polda Sulteng

Utustoria.com , PALU – Dua pemuda asal Kota Palu ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) karena telah mengedarkan kosmetik secara illegal pada Kamis (24/10/2019), dan dalam Kasus ini keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, melalui siaran pers mengatakan, kedua tersangka berinisial AL alias O (29) dan AW alias W (18) di tangkap didua (2) tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Pada Jumat 27 September 2019, sekitar pukul 09.30 Wita petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendatangi dan melakukan pengecekan terhadap rumah AL alias O (29) yang beralamatkan di jalan Puenjidi Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Di alamat (TKP) tersebut petugas menemukan barang sediaan farmasi berupa kosmetik yang diduga tidak memiliki ijin edar. Kosmetik tersebut sudah siap untuk diedarkan atau diperdagangkan ke konsumen.

Kemudian sediaan farmasi berupa kosmetik tersebut yang diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut yaitu, 685 (enam ratus delapan puluh lima) Botol Conditioner Pelurus Rambut Turbo Byrose, 423 (empat ratus dua puluh tiga) Botol Shampoo Pelurus Rambut Turbo Byrose, 212 (dua ratus dua belas) Pot HB whitening Glow, 35 (tiga puluh lima) Botol sabun wajah dosis tinggi, 38 (tiga puluh delapan) kemasan botol kosong, 45 (empat puluh lima) toples plastik MhyChy Skincare White Bodylotion, 44 (empat puluh empat) cup persegi handbody tanpa merek, 44 (empat puluh empat) buah stiker bulat merek HB Dosis tinggi, 24 (dua puluh empat) buah stiker persegi merek shampoo Pelurus Rambut,1 Gram 2 kaca cincin emas reward untuk resseler penjual produk terbanyak.

“Barang bukti sediaan Farmasi yang diamankan petugas tersebut berkisar sejumlah Rp. 13.200.000,- (Tiga Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah),” Ungkap Didik.

Tersangka AI alias O (29) yang melakukan penjualan kosmetik tanpa izin sejak bulan Juli 2019 ini diduga melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1.500.000.000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah) dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Lanjut Didik, pada Jum’at 27 September 2019 pukul 11.30 Wita, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat memproduksi sediaan farmasi berupa kosmetik tanpa ijin produksi dan tanpa ijin edar kemudian anggota Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendatangi dan melakukan pengecekan di rumah AW alias W (18) yang beralamatkan di Jln. Jalur Gaza No.4 Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Di alamat (TKP) tersebut petugas menemukan barang sediaan farmasi berupa kosmetik yang diduga tidak memiliki ijin produksi dan tidak memiliki ijin edar yang mana kosmetik tersebut sudah siap untuk diedarkan /diperdagangkan ke konsumen.

Adapun barang bukti berupa109 (seratus sembilan) Botol Conditioner warna hijau, 58 (lima puluh delapan) Botol Conditioner warna kuning, kurang lebih 735 (tujuh ratus tiga puluh lima) Btl shampoo tidak bermerek warna kuning, 1 (satu) jergen ukuran 5 Ltr Heviny Conditioner, 3 (tiga) buah loyang warna abu-abu, 1 (satu) buah loyang warna hitam, 2 (dua) buah alat takar, 2 (dua) buah stiker/label merek Pelurus Rambut Turbo By rose.

“Barang bukti sediaan Farmasi yang diamankan petugas di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, berupa Shampoo dan Conditioner tersebut berkisar sejumlah Rp.6.384.000,- (Enam juta tiga ratus delapan puluh empat ribu rupiah),” lanjut Didik .

Tersangka AW alias W (18) yang mulai memproduksi dan mengedarkan Kosmetik sejak bulan September 2019 tersebut.

“Diduga melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1.500.000.000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah) dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a), (g) dan (i) UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah),” Kata Kabid Humas .

Kabid Humas Polda Sulteng menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli kosmetik, pastikan produk yang akan dibeli memiliki izin edar dan tergiur dengan harga yang sangat murah sementara produk tersebut Ilegal, hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
%d blogger menyukai ini: