Connect with us

Daerah

Hasrin Karim : Lokasi Pasar Cendana Masih Dalam Kasus Sengketa

Utustoria , BANGGAI – Kepala Dinas Perinduatrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai Hasrin Karim terlihat geram ketika mengetahui sejumlah bangunan di Pasar Cendana yang terletak di Kelurahan Cendana Kecamatan Toili telah dibongkar beberapa waktu lalu oleh salah satu oknum yang mengklaim lahan tersebut merupakan hak miliknya.

Saat dikonfirmasi , Kadis Disperindag Banggai, Hasrin Karim mengatakan lahan tersebut masih dalam kasus sengketa antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai dengan Naijum. Seharusnya baik Asisten I , Lurah ataupun Camat tidak bisa mengeluarkan sepenggal kertas pun, sebab lahan tersebut masih berstatus bermasalah.

Dia pun mengakui Pemerintah Daerah memiliki kelalaian dalam kepemilikan karena tidak memiliki surat-suratan. Namun, meski begitu Naijum juga harus memiliki salah satu dari tiga hal ini . Yakni, musti memiliki surat akta jual beli sehingga sertifikat dapat dikeluarkan , atau yang kedua tanah tersebut harus betul-betul memiliki akta hibah kalau memang lahan tersebut dihibahkan dan siapa yang menghibahkan . Dan yang ketiga jika jika tidak ada akta jual beli atau akta hibah , yang harus dipertanyakan adalah surat penyerahannya, sehingga diketahui asal pembelian lahan itu dari siapa dan surat penyerahannya mana.

Dengan begitu , jika diantara tiga hal tersebut dapat ia penuhi maka akan keluar sertifikat. Meski begitu , lanjut dia, jika telah ada sertifikat yang perlu dipertanyakan adalah sertifikat tersebut dikeluarkan tahun berapa dan bangunan pasar itu dibangun tahun berapa. Sehingga dengan begitu masalah seperti ini dapat diluruskan.

Terkait dengan pengakuan Plt Lurah Cendana yakni Solikhin adanya perintah Asisten I untuk melakukan pembongkaran , Pria yang akrab disapa Hasrin ini mengaku saat itu dirinya tidak menghadiri. Namun dirinya sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan membenarkan lokasi tersebut milik Pemerintah Daerah salah satunya ditandai adanya bangunan pasar.

Sehingga , hanya tiga kreteria yang harus ditunjukan oleh Naijum yang mengklaim lahan pasar tersebut adalah miliknya. Yaitu , alas hak pertama adalah mana akta jual beli , dan kedua jika lahan tersebut belum bersertifikat makanya mana surat penyerahan . Jika tidak ada makanya yang dipertanyakan mana akta hibah lahan tersebut.

Diapun mengaku dokumen lahan tersebut telah diserahkan kepada Kepala Kejari karena telah bermasalah sebelumnya.(redaksi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: