Connect with us

Pendidikan

Irwan Lahace : Pemerataan Pendidikan sebagai Solusi Peningkatan IPM

Utustoria , PALU – Peningkatan Indeks Prestasi Manusia (IPM) salah satunya melalui pemerataan khususnya diwilayah kerja Dinas Pendidikan Provinsi pada Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

“Untuk pemerataan SMA dan SMK di Sulawesi Tengah sudah tercangkau semua bahkan yang ironisnya kalau kita berbicara tentang IPM dengan kualitas tidak berbanding lurus, IPM ini untuk pemerataan supaya anak-anak tidak putus sekolah, kalau saya berbicara tentang SMA dan SMK ini jauh panggang dari api,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/12/2019).

Irwan Lahace juga menambahkan beberapa waktu lalu pihaknya menyampaikan disalah satu sekolah di sinyalir mengalami kekurangan siswa, setelah mendapatkan laporan memang jumlahnya 70 karena aturan Pemermendiknas jelas kurang dari 60 jumlah siswa akan di merger .

” Untuk membangun SMA dan SMK itu berbeda dengan Sekolah Dasar (SD), kalau SD itu namanya Guru kelas, kalau SMA dan SMK itu setiap seorang guru berapa pun mata pelajaran yang ada harus memiliki guru yang ahli dibidangnya. Sehingga IPM kita berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) di posisi sedang,” tambahnya .

Lanjutnya, jika berbicara kualitas, dipisahkan dari 3 unsur yaitu pertama ketersediaan guru dengan kualitasnya, kedua sarana prasana, ketiga kurikulum keseluruhan sudah cukup memadai untuk SMA dan SMK di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pasca bencana pembangunan untuk pendidikan hampir semua sudah tertangani khususnya SMA dan SMK tapi belum sempurna, karna ada beberapa sekolah seperti di SMA 1 Sirenja dan SMA 1 Banawa belum semua tertangani karena ruang kelas hancur semua, sama dengan SMK 1 Sigi Java dan Bank Dunia berencana untuk melakukan partisipasi dalam pembangunan,” tuturnya.

Semenjak 2016 SMA dan SMK sesuai perintah UU Nomor 23 Tahun 2014 pendidikan menengah ditangani oleh Provinsi, untuk pembangunan sudah jalan, sekarang untuk mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan buat SMA dan SMK sangat selektif karena persoalan jumlah siswa tidak mencukupi jika, membangun sekolah dimana-mana tapi jumlah siswa tidak mencukupi itu merupakan pemborosan anggaran. (Afdal)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: