Connect with us

Hukumkriminal

Istri Ketua GAM Dirampok Dua OTK , Sepeda Motor Dirampas Paksa

Utustoria , BANGGAI – Aksi perampokan kendaraan dialami oleh istri ketua LSM GAM Kabupaten Banggai, di tengah jalan, pada selasa (29/10) siang, sekitar pukul 15.30 Wita.

Motor yang dikendarai Hasna (istri Ketua GAM) dirampas secara paksa dengan kekerasan oleh dua oknum tak dikenal, yang mengaku Debt Colector sebuah perusahaan pembiayaan. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Luwuk pada Kamis (31/10), dengan dugaan pencurian dan perampasan menggunakan kekerasan.

Usai melaporkan ke Polsek Luwuk, dia (Hasna) kembali menceritakan peristiwa perampokan yang dialaminya.

“Saat itu saya ke pasar Simpong menggunakan motor yang dipinjam dari salah satu keluarga. Ketika hendak pulang, dua orang lelaki menggunakan sebuah sepeda motor mulai memepet saya dari belakang,” ungkap Hasna.

Merasa ketakutan dibuntuti dua orang tak dikenalnya, Hasna kemudian melaju kencang ketika tiba di SPBU Simpong. Namun dirinya kemudian dikejar dua lelaki tersebut, dan mencegat Hasna di depan alun-alun kota Luwuk.

“Mereka membentak kasar. Mereka katakan bahwa saya harus ikut mereka, karena motor yang saya pakai menunggak. Saya tidak mau sebelumnya,” tambah Hasna.

Meski telah menjelaskan dirinya hanya meminjam motor yang ia digunakannya itu, kedua pria tak dikenalnya yang kemudian mengaku merupakan debt collector sebuah perusahaan pembiayaan, kembali membentak dan mengancam Hasna.

“Mereka bilang kalau saya tidak mau ikut, jangan salahkan mereka berbuat kekerasan. Saya akhirnya semakin takut,” ucap Hasna mengenang peristiwa itu.

Dikerasi serta mendapat ancaman, Hasna kemudian diminta untuk berjalan menuju kantor Adira, yang terletak di wilayah kelurahan Simpong. Dengan kedua pria debt collector ini dibelakangnya.

“Setibanya di Adira situ, kunci motor mereka rampas lalu menyuruh saya pergi begitu saja,” tandas Hasna.

Idhin Massa, yang juga mendampingi istrinya melaporkan kejadian ini di Polsek Luwuk kemarin, tak terima perlakukan yang dilakukan terhadap istrinya. Karena perbuatan itu dinilainya lebih mirip dengan sebuah perampokan. “Sampai sekarang istri saya ketakutan. Mereka kasari, ancam akan berikan kekerasan. Saya tidak terima dengan hal ini. Dan meminta polisi bisa bertindak tegas,” tegasnya. (um)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: