Connect with us

Sosial

IYL Gelar Seminar Nasional Bertajuk “Era Bonus Demografi Antara Ancaman dan Peluang”

Utustoria , PALU – Indonesia Young Leaders (IYL) bersama Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (Himadiksi) Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan Seminar Nasional yang bartajuk ‘Era Bonus Demografi antara ancaman dan peluang’, dengan menghadirkan salah satu motivator favorit dikalangan Anak Muda/Milenial yakni Serly Annavita Rahmi.

Acara digelar di Gedung Theater Room Untad pada Kamis (31/10 /2019) yang menjadi narasumber Serly Annavita Rahmi dan pendiri IYL, Muh. Iqbal Al Islami, serta dihadiri sekitar 1000 (seribu) mahasiswa dari berbagai Kampus yang berada di kota Palu.

Founder IYL, Muh Iqbal Al-Islami menyampaikan, berbicara soal bonus Demografi, saat ini pemuda menjadi bagian terbesar didalam angkatan kerja usia produktif di era bonus demografi yang sedang kita hadapi. Tentu ini menjadi salah satu nilai positif dalam peningkatan hidup masyarakat, khususnya dibidang perekonomian, namun ini juga bisa memberikan dampak negatif jika tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi era bonus Demografi tersebut.

“Dalam menghadapi bonus Demografi anak muda yang mempunyai peran terbesar, anak muda harus butuh keseriusan dan persiapan serta keberanian dalam menghadapi era bonus demografi,” ungkap Iqbal .

Pada era milenial saat ini, umur penduduk yang produktif lebih mendominasi dibanding yang tidak produktif. Sehingga inilah yang disebut bonus demografi, maka inilah yang harus dimanfaatkan untuk lebih mempersiapkan diri didalam menyongsong perubahan zaman, agar tidak menjadi ancaman.

“Saat ini pemuda kalau hanya mengandalkan gelar sarjana belum tentu bisa menjawab persoalan negeri ini, bisa saja sarjana hanya menjadi beban. Itu semua masih menjadi tanda tanya, ketika para pemuda hanya berfikir setelah sarjana hanya ingin menjadi pegawai. Itu bukan solusi, tetapi kita harus berpikir, bagaimana generasi Indonesia menciptakan ruang-ruang pekerjaan dengan keahlian masing-masing,” Tambah Iqbal.

Mantan Bem Fakultas Pertanian Untad ini juga menambahkan, saat ini Indonesia jumlah pengangguran masih cukup tinggi, tetapi banyak tenaga kerja asing (TKA) yang masuk Indonesia untuk bekerja, ini yang harus dijadikan bahan evaluasi dari sekarang khususnya kepada generasi muda.

“Kita sebagai pemuda harus berfikir lebih maju dan produktif dengan pemikiran yang inovatif dan kreatif, agar kita tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” tegasnya.

Sherly Annavita Rahmi salah satu seorang motivator favorit dikalangan milenial yang ditunggu tunggu menyampaikan, tema pembicaraan yang menarik yaitu soal bonus demografi yang akan banyak bergerak adalah anak muda, ini satu keniscayaaan, ini satu kepastian yang tak bisa dipungkiri.

“Berbicara tentang anak muda, kita berbicara tentang masa depan, karena pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan,”ujar Sherly.

Lanjutnya , pemimpin itu bukan hanya karena dia seorang Presiden, bukan hanya dia yang mengambil satu kebijakan tertentu dipucuk pimpinan jadi kepala daerah atau jadi walikota.

“Pemimpin adalah, dia yang berani mengambil jalan yang tidak biasa, mengambil resiko, dia yang mau membuat perubahan,” tandasnya.

Saat ini peran sebagai kaum milenial, tambah Sherly, tidak hanya melihat dari batas-batas Provinsi, atupun batas-batas dunia . Namun, selama masih memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, maka dimanapun berada akan tetap digunakan.

“Sekarang ini bagaimana kita memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. Yakin kita tetap akan terpakai, dimana bumi diinjak, disitu langit dijinjing. Sehingga pastikan kita naik satu tingkat lebih tinggi dan menjadi yang terbaik dibidang kita, jangan mau menjadi kualitas medioker (rata-rata) mereka yang medioker maju salah mundur salah,” imbuh Influencer cantik ini.

Lanjut Sherly, sebagai pemuda, harus bisa menjadi pribadi yang solutif dan bukan hanya memikirkan diri sendiri karena itu bukan esensi dari seorang pemuda. Tidak hanya memikirkan soal kesuksesan diri sendiri. Kemudian juga bagaimana kita mengubah karakter dan kebiasaan kita dari hal yang negatif menjadi hal yang positif, lakukan apa yang perlu dilakukan, jangan menunda nunda.

“Perhatikan apa yang kita pikirkan karena itu akan menjadi ucapan, perhatikan ucapan kita karena itu keluar menjadi tindakan, perhatikan tindakan kita, karena ketika diulang-ulang terus, dia akan menjadi kebiasaan. Perhatikan kebiasaan dari mata terbuka sampai tertutup kembali, karena dia akan menjadi karakter, perhatikan karakter kita karena demikianlah takdir kita,” kutip Sherly dari perdana menteri Inggris margaret thatcher.

Olehnya. Serly menuturkan, ini adalah pertama kalinya menginjakan kaki di Kota Palu, dirinya berterima kasih kepada teman teman Indonesia Young Leaders (IYL) yang telah menginisiasi kegiatan seminar ini.

“Terimakasih kepada semua teman-teman Mahasiswa di Kota Palu dan khususnya teman-teman IYL, kedatangan Sherly di sini disambut dengan sangat baik, kunjungan pertama saya ini sangat berkesan dan Insha Allah saya akan balik kembali mengunjungi teman-teman yang berada di kota Palu,” tuturnya. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: