Connect with us

Daerah

Komisi IV DPRD Sulteng Tanggapi Soal Siswa Fiktif di Bulagi

Utustoria , PALU – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan Dialog bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah berkaitan dengan Siswa Fiktif di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.

Anggota Komisi IV Ibrahim A.Hafid mengungkapkan terkait dengan adanya dugaan siswa fiktif disalah satu sekolah di Kecamatan Bulagi, seharusnya tidak terjadi. Mengenai pengawalan dan evaluasi terhadap sekolah-sekolah ini, tidak hanya pelaporan secara administratif yang diterima tetapi harus melakukan kunjungan lapangan. Sebab, hal ini saja tidak hanya terjadi di sekolah itu. Kemungkinan jika di investigasi maka ada Bulagi-bulagi yang lain soal Siswa Fiktif.

“Perlu dievaluasi sistem pendidikan, adanya oknum memfiktifkan data siswa itu karena salah satu mekanisme standarisasi sekolah yang dapat Dana Boss harus memenuhi syarat 60 orang ke atas, ini yang menurut saya harus dicarikan formulasi, kalau sistem itu yang di terapkan, maka tidak akan ada oknum yang melakukan manipulasi data lagi,” imbuhnya saat ditemui di kantor DPRD Provinsi Sulteng, Selasa (26/11/2019).

Lanjut dia, tindakan yang dilakukan sekolah di Bulagi merupakan pelanggaran hukum dan pelanggaran pendidikan yang harus ada punishment (sanksi) terhadap sekolah itu. Namun lanjut dia, ada catatan lain untuk mempertahankan siswanya agar tetap bersekolah, dan harus dicarikan formulasinya dan ada kebijakan yang harus dibuat.

“Ini kondisionalnya di daerah pulau dan daerah soal transportasi yang tidak selancar di daerah kota atau kabupaten lain, nah ini hendak harus ada afirmasi, ada perlakuan-perlakuan khusus di daerah-daerah yang seperti itu.” ucapnya.

Ia berharap agar putra putri bangsa ini tetap berpendidikan atau bersekolah sesuai dengan minat mereka. Dan jika dipaksakan mereka kembali ke sekolah lama dengan jarak yang lebih jauh ini akan mengeluarkan pembiayaan yang lebih besar, sementara angka pendapatan masyarakat berbeda-beda. Dengan kondisi seperti itu dikhawatirkan para siswa akan tidak melanjutkan pendidikan mereka.

” Provinsi Sulawesi Tengah selalu memberi seruan Gerakan Anak Kembali ke Sekolah, kalau misalnya tidak di fasilitasi dengan baik, kita tidak bisa menemukan misi kita Gerakan Anak Kembali Ke Sekolah,” tegasnya. (Afdal)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: