Connect with us

Daerah

LS-ADI Desak Kejati Sulteng Segera Tuntaskan Dugaan Kasus Korupsi Jembatan IV Palu

Utustoria , PALU – Lingkar Studi Aksi Dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah segera tuntaskan dugaan kasus korupsi jembatan IV Palu, Aksi dilakukan di depan kantor Kejati Sulteng, Senin (23/12/2019).

Aksi yang kedua kalinya dilakukan oleh Lingkar Studi Aksi Dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) belum menemui titik terang terhadap kasus dugaan korupsi jembatan IV.

Salah satu masa aksi, Suardi menyampaikan dalam orasinya sudah kedua kalinya pihaknya melakukan aksi namun sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit dari Kejati untuk menindaklanjuti dugaan kasus korupsi tersebut.

” Kami akan terus mengawal kasus korupsi jembatan IV untuk menemui kejelasan, sehingga kami meminta agar Kejati Sulteng segera segera tuntaskan dugaan kasus korupsi ini,” tuturnya.

Disisi lain, Korlap Aksi, Mimang mengatakan Pemerintah Kota Palu telah menggelontorkan dana sebesar Rp 59 Milliar untuk membiayai pembangunan jembatan IV, akhir-akhir ini mencuat dugaan adanya gratifikasi atau korupsi berjamaah dalam pembangunan jembatan tersebut.

Mimang menambahkan, Pemerintah Kota Palu dalam hal ini dari Eksekutif dan Legislatif kota Palu telah mengucurkan dana sejumlah Rp 14 Milliar dengan alasan membayar utang pembangunan jembatan IV yang mana oleh PT.Global Daya Manunggal untuk membayar pembengkakan atau kenaikan harga baja untuk pembangunan jembatan IV.

“Perlu diketahui bahwa penetapan kucuran anggaran ini dilakukan tepat pada tiga pekan bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, yang menimpa Kota Palu,” tambahnya.

Selanjutnya dia mengungkapkan, pembahasan tentang anggaran tersebut tidak melibatkan semua anggota Badan Anggran (Banggar) DPRD Kota Palu dan ternyata sebagian mengetahui adanya rapat anggaran, dimana, mereka pun tidak dilibatkan pada rapat pembahasan anggaran.

“Beredarnya pernyataan Mantan Walikota Palu yang menyatakan bahwa dirinya pernah dibujuk oleh PT.Global Daya Manunggal untuk menganggarkan dana tambahan atau utang dari pembangunan jembatan IV, Mantan Walikota Palu menolak secara mentah-mentah karena memang anggaran telah dibayarkan semuanya sebesar Rp 59 miliar,” tuturnya.

Dugaan kasus korupsi jembatan IV telah ditangani Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah namun belum ada perkembangan terkait kasus tersebut. Sehingga LS-ADI menganggap Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah hari ini mulai kehilangan taringnya untuk menenuntaskan dugaan kasus korupsi jembatan IV. (Afdal)

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: