Connect with us

Daerah

LS-ADI Gelar Diskusi “Potret Demokrasi Hari ini,” Bupati Buol : Peran Kaum Muda Sangat Dibutuhkan

Utustoria , PALU – Lingkar Studi Aksi dan Dermokrasi Indonesia (LS-ADI) Komisariat Universitas Tadulako (Untad) dalam pelaksanaan Musyawarah Komisariat (Muskom) yang Ke – 2 menggelar diskusi yang bertajuk ‘Potret Demokrasi Hari ini’. Kegiatan digelar di Gedung BLK Kota Palu, Sabtu malam (7/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf, SP. OG.MSI, yang bertindak sebagai pemateri mengatakan, demokrasi di Indonesia dalam perjalanan sejarah mengalami berbagai macam versi, seperti demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, parlementer dan demokrasi pancasila. Setiap perjalanan demokrasi tentunya memiliki karakteristik yang merupakan ciri khas dari pelaksanaan setiap fase demokrasi.

“Demokrasi hari ini, tidak lagi murni sebagai mana ia dilahirkan, karena demokrasi sudah bermetamorfosa sesuai situasi dan kondisi dan siapa yang menggunakan atau menjalankan demokrasi itu sendiri,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa secara Konstitusi sistem demokrasi kita saat ini memberikan ruang kebebasan sebesar besarnya untuk semua Rakyat Indonesia. Salah satunya kita diberikan hak untuk memilih dan dipilih, kebebasan berserikat, berkumpul sebagaimana tertuang dalam UUD 1945.

“Itu artinya sistem demokrasi kita memberikan ruang kebebasan untuk setiap orang bisa berkuasa, tapi yang perlu kita ketahui selain demokrasi itu memberikan ruang bagi setiap orang, demokrasi kita saat ini memberikan kebebasan bagi mereka yang berkuasa digunakan untuk apa saja,” ungkap Bupati.

Kemudian di Indonesia sendiri demokrasi saat ini dalam pelaksanaannya hanya sebatas demokrasi prosedural, belum masuk ke tahap demokrasi substansial. Karena secara prosedur, Indonesia memang sudah bisa disebut sebagai negara demokrasi karena prosedur-prosedur standar demokrasi sudah terpenuhi.

“Demokrasi yang berjalan diIndonesia ini baru sebatas tataran prosedural, belum sampai pada tataran substansial. Dalam Prakteknya, masih banyak substansi-substansi demokrasi yang belum terpenuhi dalam sistem demokrasi kita,” paparnya lagi.

Saat ini. Lanjut Rudi, sistem demokrasi kita saat ini juga menganut sistem demokrasi mayoritas. Dimana kelompok mayoritas ataupun kelompok terbanyak, mereka yang akan berkuasa.

“Dalam kelompok mayoritas inilah yang menjadi titik rawan dalam sistem demokrasi kita, demokrasi menjadi paradox. Karena untuk mendapatkan mayoritas agar mendapatkan suara sebanyak banyaknya agar bisa berkuasa, kelompok atau segelintir orang tertentu mempolitisasi identitas, itulah yang dimaksud politik idetintas, dan inilah yang menyebabkan sistem demokrasi kita berada dijurang yang terjal. Dalam sistem demokrasi saat ini, ketika masyarakat tidak siap untuk menghadapinya maka kelompok kelompok tertentu dengan sangat mudah mempolitisasi,”ujarnya.

Bupati Buol, atau dengan sapaan akrabnya, dokter Rudi ini juga menyampaikan, melihat bobroknya sistem demokrasi kita saat saat ini, salah satu yang harus diperkuat pertama adalah pemberdayaan masyarakat Sipil (Civil Society) kemudian yang kedua adalah efektifnya penegakan hukum.

“Dua pilar ini, kalau ini kuat maka demokrasi yg sesungguhnya itu bisa terwujud, tapi kalau ini rubuh, rapuh, maka kita tidak akan menikmati demokrasi pada substansinya,” terangnya .

Oleh karena itu, dirinya sangat berterimakasih dan mengapresiasi kegiatan diskusi yang diadakan Lingkar Studi Aksi dan Dermokrasi Indonesia. Karena, tradisi seperti inilah yang harus dirawat dan dilakukan dalam melakukan pembaharuan khususnya pemuda dan mahasiswa yang nantinya sebagai regenerasi dalam memajukan dan membangun bangsa ini.

“Saya berharap kepada para pemuda dan mahasiswa persiapkan diri anda, jangan belajar hanya disatu bidang ilmu saja, tapi perbanyaklah literasi dalam belajar, karena ini ketika kita tidak manfaatkan sebaik mungkin, kita kita akan ketinggalan dan gampang untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” pesan orang nomor satu di Kabupaten Buol ini.

Pada akhir kegiatan tersebut berlangsung hikmat dirangkaikan pemotongan tumpeng dalam memperingati hari ulang tahun Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf yang ke-61 Tahun. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: