Connect with us

Politik

LSI : Herwin “Matahari Tunggal” di Pilkada Banggai

Manager LSI-Network Ikrama Masloman saat memaparkan hasil survei Pilkada Banggai, Foto: Asnawi Zikri

Utustoria, BANGGAI – Herwin Yatim disebut sebagai “Matahari Tunggal” karena dianggap memiliki 3 kreteria dalam hasil survei elektabilitas Lingkar Survei Indonesi (LSI) Network.

Pasalnya, pada hasil survei yang dipaparkan oleh LSI Network melalui Konfrensi Persnya di Swisbellin Hotel Bukit Halimun pada minggu (02/02/2020) memaparkan dari hasil riset menjelaskan bahwa masyarakat yang mendukung Herwin Yatim sebagai calon kandidat Bupati mencapai angka 50,10 persen.

Survei LSI dimulai sejak Oktober 2019 diseluruh Kecamatan di Kabupaten Banggai, yang dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling. Dengan mewawancarai 440 responden secara langsung. Adapun tingkat kepercayaan dan magin of eror mencapai 4,8 persen.


Dalam rilisnya, Strategic Manager LSI yang juga sebagai Narasumber Ikram Masloman mengatakan Sesuai tema rilis survei ini, pertanyaannya apakah ada Matahari Tunggal di Pilkada Banggai. Menurut temuan survei jawabannya adalah Ada. Calon kepala daerah Herwin Yatim (HY) yang juga calon petahana adalah Matahari Tunggal di PilkadaBanggai, HY memiliki tiga kriteria sebagai Matahari Tunggal .

Pertama, memiliki elektabilitas atau angka keterpilihan yang kokoh, yaitu didukung oleh mayoritas publik dengan elektabilitas diatas 50%. Keterpilihan HY mencapai 50,1 jika disimulasikan 9 kandidat, bahkan jika semakin sedikit calon elektabilitas HY semakin meningkat, 55,2 pada simukasi 5 nama, dan 58% hingga 62% jika hanya disimulasikan 2 kandidat atau head to head.

Kedua, selisih elektabilitas HY dengan kompetitor terdekatnya tapaut jauh, bahkan tidak hanya diatas 30% melainkan diatas 40%.

Ketiga, Ketiga total swing voters atau mereka yang belum menentukan pilihan hanya tersisa 26%, lebih kecil dari elektabilitas HY, bahwa jika kita asumsikan semua pemilih mengambang memilih lawan HY, maka tidak mengancam keterpilihan HY.

Serta HY memiliki pemilih militan yang cukup kokoh, pemilih yang sudah mantap pilihan pada HY jumlahnya diatas 30%. Atau secara prosentase pemilih militan dari total pemilih HY diatas 60%.

Namun Lanjut Ikram, Namun waktu menuju pilkada masih tersisa 7 bulan lagi, dalam 7 bulan tersebut apapun bisa terjadi, dan kemenangan pada tanggal 23 September nanti sangat ditentukan oleh situasi dan kerja politik para kandidat menjelang pencoblosan. KCI-LSI Network mengindentifikasi ada 3 kondisi yang bisa mengubah peta pertarungan di Banggai. Tiga kondisi ini pun yang akan menentukan siapakah yang menang dalam pilkada nanti. Ketiga kondisi tersebut antara lain ;

Yakni, kemampuan kandidat menarik simpati pemilih ragu dan pemilih yang belum menentukan pilihan (swing voters). Juga mensolidkan pemilih yang masih soft supporter menjadi pemilih Strong Voters, dari yang ragu-ragu menjadi yakin dan militan.

Dan kemampuan kandidat menekan tingkat golput pendukungnya. Tingkat golput pun berpengaruh pada kemenangan kandidat. Kandidat yang besar dukungannya, namun besar pula pendukungnya yang tidak datang ke TPS maka besar pula peluang kalahnya. Kandidat yang menang adalah kandidat yang mampu meminimalisir jumlah golput pendukungnya.

” Serta kemampuan kandidat merespon isu negatif yang menyerangnya. Isu negatif berpengaruh pula pada dukungan. Terpaan isu negatif yang massif bisa menurunkan suara seorang kandidat. Juga menghindari blunder politik, seperti penyataan polemik yang tidak simpatik, terjadi kasus asusila atau kasus dugaan korupsi,”tutup Ikaram. (um)



Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: