Connect with us

Hukumkriminal

Masih Misteri, Kematian Firman Polisi Menunggu Hasil Histopatologi

Foto : Istimewa

Utustoria, BANGGAI – Kematian Firman diperairan laut Tou di Kecamatan Moilong, Selasa (20/01/2020) lalu seakan masih menyimpan misteri.

Pasalnya, meninggalnya pria kelahiran negeri Jiran Malaysia itu diawali oleh keributan antar pemuda disebuah pesta yang mengakibatkan Firman ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa yang sebelumnya dikabarkan hilang.

Kapolsek Toili, Iptu Candra SH saat dikonfirmasi mengatakan saat ini masih menunggu hasil histopatologi dari Labfor Forensik. Maka dari itu, SPDP penyidikan masih menggunakan pasal 170 berakibat mati dan pasal 351 berakibat mati.

” Sampai dengan hari ini ke empat orang masih kami lakukan penahanan di Rutan Polsek Toili,”tutupnya.

Baca Juga : Firman, Pria Asal Sulsel yang Meninggal Setelah Dikabarkan Hilang Diperairan Tou

Baca Juga : Kematian Firman, 4 Orang Diamankan Polsek Toili


Kronologis Kejadian

Sebelumnya diceritakan, pada Sabtu (18/01/2020) sekira pukul 19.30 Wita, berlangsung acara pernikahan di Desa Tou Kecamatan Moilong. Setelah acara pernikahan berlangsung, dan sekitar pukul 23.20 Wita, Pihak Keluarga dari yang menyelenggarakan acara pernikahan, kemudian melanjutkan acara hiburan malam.

Pada keesokan harinya, tepatnya Minggu 19 Januari 2020 dini hari sekitar pukul 04.00 Wita, ketika acara hiburan malam sementara berlangsung, Firman yang juga ikut hadir pada acara hiburan malam tersebut, berselisih paham dengan Pemuda lain yang juga ikut hadir dalam acara tersebut, sehingga menimbulkan keributan di acara tersebut yang mengakibatkan acara terganggu.

Pemuda serta Masyarakat Desa Tou yang turut serta diacara tersebut tidak menerima hal tersebut, dan menilai bahwa acara hiburan malam terganggu akibat dari ulah Firman. Oleh karena hal tersebut, maka Pemuda dan Masyarakat Desa Tou mengejar Firman. Spontan Firman pun berusaha melarikan diri hingga ke arah Pantai Desa Tou dan menyeburkan diri ke laut.

Melihat apa yang dilakukan oleh Firman, maka warga yang mengejar menunggu di bibir pantai hingga pagi hari, namun pria kelahiran tahun 1991 ini tak kunjung muncul dipermukaan air.

Sehingga pada Senin 20 Januari 2020 pukul 07.00 Wiita, Warga Desa Tou melaporkan hal tersebut Kepada Babinsa Desa Tou Kopka Feny Kumolontang.


Selanjutnya Kopka Feny Kumolontang langsung menuju Lokasi/Pantai Desa Tou guna memastikan tentang laporan warga tersebut. Dan hal tersebut juga dilaporkan kepada Danramil 1308-03/Batui, selanjutnya Danramil 1308-03/Batui melaporkan hal ini kepada Pihak Kepolisian Polsek Toili.

Kemudian Babinsa bersama Babinkamtibmas wilayah setempat dan dibantu oleh warga melakukan pencarian terhadap Firman. Pencarian dilakukan dengan menyusuri bibir pantai Desa Tou, namun tidak diketemukan (Nihil), akan tetapi ditemukan beberapa benda yang diduga merupakan milik Firman yang berupa Satu lembar Celana Panjang (Jeans Warna Hitam), Satu Buah Handphone Merk Oppo, Satu Buah Dompet warna hitam berisi uang tunai sejumlah Rp.400.000,- lebih.

Pencarian kembali dilakukan pada Selasa 21 Januari 2020 pukul 08.30 Wita, namun usaha tersebut masih nihil dan Firman belum juga ditemukan. Tapi hanya ditemukan sepatu(sebelah) warna cokelat yang diduga milik pria kelahiran Malaysia itu.
Namun pencarian terus dilanjutkan dan akhirnya Firman ditemukan berkat warga setempat menggunakan sampan. Firman ditemukan berada dijarak 50 meter dari bibir pantai dan berjarak kurang lebih 2 Kilometer dari tempat ia menyeburkan diri. Nanum saat ditemukan Firman dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Setelah ditangani tim media, pada pukul 15.40 Wita, hasil visum mengatakan belum bisa menemukan tanda – tanda kekerasan. Sehingga atas pemintaan keluarga korban, jenazah Firman akan dibawa ke RSUD Luwuk untuk dilakukan Outopsi.

Firman adalah warga Desa Tou Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai yang sudah sudah cukup lama, yang mana sebelumnya Firman merupakan warga pendatang asal Sulawesi Selatan. Pria yang akrab disapa Mang ini lahir di Malaysia, 28 Maret 1991.(um)

Advertisement
%d bloggers like this: