Connect with us

Pendidikan

Masuk Setahun Pasca Bencana, MAN 2 Kota Palu Belum Tersentuh Bantuan Pembangunan

Utustoria , PALU – Memasuki satu tahun pasca bencana yang terjadi di Palu , Sigi dan Donggala (pasigala) pada 28 September 2018 yang lalu, masih tersisa sarana dan prasarana pada sektor pendidikan yang belum tersentuh pembangunan pemulihan pasca bencana.

Salah satunya yakni sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu terdapat beberapa ruang belajar mengajar (RBM) yang sudah tidak layak pakai karena rusak parah akibat gempa pada waktu lalu.

“Ada beberapa ruang kelas rusak parah akibat gempa, dan tidak layak dipakai dalam proses belajar mengajar, akibat kerusakan ini, sampai sekarang ada tiga tenda yang digunakan untuk proses belajar mengajar,” kata Kepsek MAN 2 Kota Palu, Drs. H. Moh. Anas, M.Pd.I, selasa (24/9/2019) .

H. Anas sapaan akrab Kepsek ini mengungkapkan, sebenarnya dirinya agak pesimis mengomentari soal pembangunan ataupun mengenai anggaran perbaikan sekolah. Sebab, telah satu tahun lamanya pasca bencana Pasigala ini, namun sampai saat ini sekolah yang ia pimpin itu tak kunjung mendapatkan perbaikan maupun berbaikan.

” Entah itu yang masuk kategori rusak ringan, sedang, dan rusak berat, padahal saya suda beberapa di datangi dari pihak terkait soal perbaikan itu,” ungkapnya .

Dirinya juga menuturkan, berdasarkan informasi dari Pemerintah, untuk seluruh perbaikan bangunan, ditangani oleh PUPR. Terlebih pihaknya telah dikunjungi oleh PUPR di sekolah, dan memberi sinyal akan segera mengurus bantuan pembangunan selama 2 minggu lamanya. Faktanya , saat ini dua bulan telah berlalu dan hingga saat ini belum ada perkembangan selanjutnya.

” Dari pihak PUPR telah malakukan pemeriksaan bangunan dan mengatakan ada beberapa bangunan MAN 2 Kota Palu masih layak pakai , tapikan tidak ada bukti dari hasil uji ketahanan layak atau tidak, kami juga khawatir kalau anak anak kami melakukan proses belajar mengajar di ruangan yang tidak layak, takutnya tiba-tiba bangunannya ambruk,” tuturnya .

Tambanya , pihaknya telah beberapa kali mengunjungi Dinas pendidikan, Kementerian Agama, terkait berupaya mengurus bantuan pembangunan sekolah, namun sampai saat ini juga belum ada bantuan yang diperoleh.

“Siswa MAN 2 juga seharusnya mendapat bantuan berupa uang dari Kementrian Agama, dimana sekolah lain mendapatkan bantuan buat siswa korban bencana, tapi siswa di MAN 2 Kota Palu tidak tersentuh dengan bantuan seperti sekolah lain,” tuturnya .

Olehnya, Anas menginginkan, agar pemerintah mambantu secara cepat bantuan pembangunan sekolah, Sehingga proses belajar mengajar dan perkembangan siswa juga bisa berjalan dengan baik dengan kondisi bangunan yang memadai.

” Karena kalau hanya mengharapkan bantuan Dana Bos sangat terbatas penggunaannya, tidak mencukupi untuk pembangunan sekolah, karena dana pembangunan sekolah cukup banyak, kursi saja masi membutuhkan 300 unit yang digunakan untuk proses belajar mengajar,” tegasnya.(Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: