Connect with us

Daerah

Mulai 1 Januari 2020, UMP Sulteng Naik Rp2,3 Juta

Utustoria , PALU – Pada Tahun 2020 Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami kenaikan sebesar 8,51%, dari Rp 2.123.040 menjadi Rp 2.303.711. Yang mana hal ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Sulteng Longki Djanggola No. 561/425/DIS-NAKERTRANS-G-ST/2019.


Pada surat keputusan Gubernur Sulteng ini terdapat sejumlah ketentuan diantaranya , menetapkan bahwa kesatu UMP ditetapkan sebesar Rp. 2.303.711 per bulan. Perhitungan upah sehari, seperti perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 25 atau perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 hari dalam seminggu, dengan upah sebulan dibagi 21. Serta UMP berlaku bagi pekerja/buruh masa kerja nol tahun, status pekerja atau buruh masih lajang dan tidak memiliki keterampilan (non skill).

Kadis Nakertrans Provinsi Sulteng Arnold Firdaus Bandu mengatakan UMP yang sudah ditetapkan ini berlaku pada 1 Januari 2020. Yang mana , lanjut Arnold , penetapan UMP ini agar bisa dipatuhi perusahaan. Adapun bagi yang belum menyanggupi sesuai dengan UMP yang ditetapkan, Arnold menjelaskan ada mekanisme yang harus dilalui perusahaan tersebut.

“Bagi perusahaan yang tidak mampu melaksanakan upah tersebut dapat mengajukan penangguhan upah minimum selambat-lambatnya 10 hari sebelum tahun berjalan yang ditujukan kepada Bapak Gubernur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulteng,” ucap Arnold.

Bagi perusahaan yang tidak mengajukan penangguhan upah minimum sesuai waktu yang ditetapkan dianggap mampu melaksanakan sesuai dengan UMP yang sudah ditetapkan. Pelaksanaan UMP ini juga kata Arnold akan diawasi oleh Pengawas Ketenagakerjaan.

“Karena pelanggaran pembayaran upah dikategorikan perbuatan pidana,” pungkasnya. (um)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: