Connect with us

Nilai Ekspor Sulteng Pada September Naik 3,70 Persen

Utustoria , PALU – Selama September 2019, total ekspor senilai US$ 549,79 juta, naik US$ 19,60 juta atau 3,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 452,48 juta atau 82,30 persen persen dari total nilai ekspor.

Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor senilai US$ 236,71 juta atau 43,05 persen dari total nilai ekspor.

Pelabuhan Kolonodale berperan senilai US$ 466,11 juta atau 84,78 persen dari total nilai ekspor.

• Selama Januari-September 2019, total nilai ekspor tercatat US$ 4.257,36 juta, melalui Sulawesi Tengah sebesar US$ 4.187,42 juta dan provinsi lain sebesar US$ 69,94 juta.

• Total nilai impor tercatat US$ 242,91 juta selama September 2019 dan US$ 2.248,57 juta selama Januari-September 2019.

Perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan melalui transaksi ekspor dan impor. Kompilasi data statistik diperoleh dari data sekunder berupa dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang berasal dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Komoditas andalan ekspor yang diperdagangkan terutama berasal dari sebagian besar potensi sumber daya alam dan hasil industri domestik yang dimiliki wilayah Sulawesi Tengah. Adapun negara tujuan ekspor meliputi benua Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Transaksi ekspor dan impor dilakukan melalui beberapa pelabuhan utama yakni Pantoloan, Kolonodale, Luwuk, Poso, dan Banggai.

I. Ekspor
Nilai ekspor Sulawesi Tengah selama September 2019 senilai US$ 549,79 juta atau naik US$ 19,60 juta (3,70 persen) dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 545,90 juta dan provinsi lain senilai US$ 3,89 juta. Selama Januari-September 2019, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 4.257,36 juta atau meningkat US$ 611,22 juta (16,76 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 3.646,14 juta. Jika dirinci, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 4.187,42 juta dan provinsi lain senilai US$ 69,94 juta.

I.1. Ekspor Menurut Komoditas
Selama September2019, ekspor Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain) didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 452,48 juta atau 82,30 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 66,73 juta (12,14 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 3,00 persen.

Selama Januari-September 2019, kelompok besi dan baja mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 3.117,65 juta atau 73,23 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 870,50 juta (20,45 persen). Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 4,00 persen.

I.2. Ekspor Menurut Negara Tujuan
Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama September 2019 yakni mencapai US$ 236,71 juta atau 43,05 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah, diikuti Taiwan senilai US$ 158,88 juta (28,90 persen), Korea Selatan senilai US$ 50,61 juta (9,20 persen), Jepang senilai US$ 34,06 juta (6,20 persen), dan Malaysia senilai US$ 27,73 juta (5,04 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 5,00 persen.

Selama Januari-September 2019, ekspor terbesar Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain) ditujukan ke Tiongkok senilai US$ 1.172,38 juta, diikuti ke Taiwan senilai US$ 788,27 juta, Korea Selatan senilai US$ 689,73 juta, Jepang senilai US$ 434,96 juta, dan Malaysia senilai US$ 318,63 juta. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 27,54 persen, Taiwan 18,52 persen, Korea Selatan 16,20 persen, Jepang 10,22 persen, dan Malaysia 7,48 persen.

I.3. Ekspor Menurut Pelabuhan/Bandara Muat
Selama September 2019, keseluruhan transaksi ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 545,90 juta, difasilitasi oleh Pelabuhan Kolonodale senilai US$ 466,11 juta dan Luwuk senilai US$ 79,79 juta. Sedangkan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 3,89 juta masing-masing melalui Tanjung Perak (Jawa Timur) senilai US$ 1,94 juta, Tanjung Priok (DKI Jakarta) senilai US$ 1,46 juta, dan Tanjung Emas (Jawa Tengah) senilai US$ 0,40 juta. Hal ini berarti pelabuhan muat ekspor di Sulawesi Tengah berperan sebesar 99,29 persen.

Selama Januari-September 2019, Pelabuhan Kolonodale mendominasi layanan ekspor senilai US$ 3.159,84 juta atau 74,22 persen dari total nilai ekspor, disusul Luwuk senilai US$ 1.010,45 juta atau 23,73 persen, dan Pantoloan senilai US$ 17,13 juta atau 0,40 persen. Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 69,94 juta atau sebesar 1,65 persen.

II. Impor
Total impor Sulawesi Tengah selama September 2019 nilai US$ 242,91 juta, naik
sebesar US$ 26,30 juta atau 12,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selama Januari￾September 2019, terjadi kenaikan US$ 722,98 juta atau sebesar 47,39 persen menjadi US$ 2.248,57 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Sulawesi Tengah mengalami surplus senilai US$ 306,88 juta selama September 2019 dan surplus senilai US$ 2.008,79 juta selama Januari-September 2019.


II.1. Impor Menurut Komoditas
Selama September 2019, impor Sulawesi Tengah didominasi oleh kelompok komoditas mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 77,05 juta (31,72 persen), besi dan baja senilai US$ 64,70 juta (26,64 persen), dan mesin/peralatan listrik senilai US$ 27,33 juta (11,25 persen).

Selama Januari-September 2019, komoditas yang mendominasi impor Sulawesi Tengah yaitu besi dan baja senilai US$ 727,10 juta atau 32,34 persen serta mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 659,06 juta atau 29,31 persen dari total impor Sulawesi Tengah.

II.2. Impor Menurut Negara Asal
Impor Sulawesi Tengah selama September 2019 didominasi dari Tiongkok sebagai mitra dagang utama yaitu senilai US$ 144,25 juta atau 59,38 persen dari total nilai impor Sulawesi Tengah. Selama Januari-September 2019, impor berasal dari Tiongkok senilai US$ 1.314,87 juta (58,48 persen), Afrika Selatan senilai US$ 466,64 juta (20,75 persen), Australia senilai US$ 82,40 juta (3,66 persen), dan negara lainnya senilai US$ 384,66 juta (17,11 persen).

II.3. Impor Menurut Pelabuhan/Bandara Bongkar
Pelabuhan bongkar impor di Sulawesi Tengah selama September 2019 didominasi Kolonodale senilai US$ 240,22 juta, Pantoloan US$ 1,42 juta, Poso US$ 1,23 juta, dan Luwuk US$ 0,04 juta. Selama Januari-September 2019, kontribusi Kolonodale mencapai US$ 1.874,61 juta (83,37 persen), diikuti oleh Poso senilai US$ 362,79 juta (16,13 persen), Pantoloan senilai US$ 7,94 juta (0,35 persen), dan Luwuk senilai US$ 3,23 juta (0,14 persen).

Sumber : Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: