Connect with us

Uncategorized

Pelampiasan Cemburu Dengan Tebasan Parang Usai Shalat Magrib

Utustoria , PALU – Seorang pria berinisial AD (26) berhasil diringkus Polisi karena melakukan penganiayaan berat (Pembacokan) kepada AR (23) pada Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 18.30 Wita di Jalan Lagarutu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, tepatnya di depan Masjid An Namira sekitar.

Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh menyampaikan, berdasarkan keterangan dari tersangka AD (26) bahwa motif pelaku didasari rasa cemburu karena istri pelaku selingkuh dengan korban.

“Motif sekarang dari pelaku diduga karena cemburu, kami juga sementara melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan berat ini, apa ada motif lain,” kata Kapolres, di Polres Palu, Jum’at (22/11/2019).

Moch Sholeh menuturkan, kejadian tersebut bermula pada saat pelaku AD (26) hendak melaksanakan shalat magrib di Mesjid An Namira, Jalan Lagarutu Kota Palu, yang juga diketahui tidak jauh dari rumahnya, pelaku melihat korban AR (23) yang diketahui beralamatkan di Jalan Miranti kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu ini yang juga pergi untuk melaksanakan ibadah shalat magrib di tempat yang sama.

“Selepas melaksanakan ibadah shalat pelaku langsung keluar terlebih dahulu dan langsung pergi kerumahnya mengambil parang yang berada dikamarnya, kemudian pelaku menunggu korban di depan Mesjid, pada saat korban keluar dari mesjid, pelaku langsung menghadang korban dan kemudian melakukan pembacokan sebanyak 2 kali dibagian tangan dan bagian belakang korban, korban kemudian melarikan diri ke mesjid untuk meminta pertolongan kepada para jama’ah,” Jelas Sholeh .

Melihat korban yang suda bersimbah darah, warga setempat langsung melarikan korban kerumah sakit terdekat dan pelaku melarikan diri ke Jalan Merpati, kemudian sekitar pukul 20.00 Wita pelaku berhasil ditangkap anggota Kepolisian.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok dibagian tangan dan bagian belakang,” ujarnya .

Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah parang sejenis samurai yang terbuat dari besi yang bergagang kayu berwarna coklat dilengkapi dengan sarungnya yang terbuat dari kayu berwarna coklat.

Adapun pasal yang disangkakan kepada pelaku pasal 351 ayat (2) KUH Pidana, penganiayaan yang jika dilakukannya itu menjadikan luka berat dihukum dengan pidana selama 5 tahun penjara
dan atau pasal 353 ayat (1) penganiayaan yang dilakukan dengan perencanaan terlebih dahulu dihukum penjara selama 4 tahun dan ayat (2) penganiayaan yang perbuatannya menjadikan luka berat dihukum penjara selama 7 tahun. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: