Connect with us

Daerah

Pemkot Palu Liburkan Sekolah Selama 2 Minggu

Rapat koordinasi Pemkot Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama sejumlah stakeholder dan Stakeholder Kesehatan se-Kota Palu di Kantor Walikota, Minggu (15/3/20) [Muhajir / Utustoria]

Utustoria, PALU – Pemerintah Kota Palu dalam rapat koordinasi bersama unsur stakeholder terkait upaya mengantisipasi virus corona resmi memutuskan libur sekolah selama dua minggu terhitung dari tanggal 17 sampai 29 Maret 2020 untuk sekolah PAUD, SD hingga SMP.

Keputusan libur sekolah tersebut diambil setelah rapat koordinasi sejumlah stakeholder pendidikan, Kepala Sekolah, PGRI, Dewan Pendidikan dan Stakeholder Kesehatan se-Kota Palu. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Walikota, Minggu (15/3/20).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Huzaemah menyampaikan keputusan tersebut sebagai langka preventif mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP. Hal tersebut dilakukan karena tidak ada tau jika virus mematikan itu sudah masuk di Kota Palu atau belum.

“Untuk antisipasi dampak virus corona kepada anak-anak kita di Kota Palu yang jumlahnya kurang lebih 50 ribu orang, maka berkenaan dengan hal itu sebagai langkah preventif, kami ambil dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, sepakat mengikuti arahan dari Ikatan Dokter Indonesia untuk libur secara nasional,” ujar dr. Huzaemah.

Huzaemah menuturkan, keselamatan peserta didik dengan jumlah 50 ribu lebih, jauh lebih penting. Sehingga keputusan libur harus segera diambil hingga situasi di Kota Palu benar-benar steril dari penyebaran virus corona atau covid 19 yang telah mengguncang dunia.

“Setelah libur dua minggu, kita akan pantau kesehatan anak-anak kita. Jika tidak ada anak yang sakit, maka 100 persen berarti Palu steril dari virus corona,” tuturnya.

“Dalam masa libur ini Dinas Kesehatan Palu juga akan terus melakukan pengecekan terhadap segala hal yang memiliki potensi adanya virus corona dan akan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan, stakeholder terkait telah memutuskan bahwa aktivitas belajar terhitung dari tanggal 17–29 Maret 2020 akan dialihkan ke rumah peserta didik.

“Para kepala sekolah dan guru, tetap melaksanakan aktivitasnya di sekolah guna memonitoring para peserta didik di rumahnya masing-masing melalui media komunikasi maupun teknologi informasi,” katanya.

Ansyar berharap, para kepala sekolah dan guru membenahi lingkungannya, menjaga kebersihan, dan memfasilitasi sarana-sarana pendukung yang dibutuhkan jika anak-anak peserta didik nanti sudah mulai bersekolah.

“Kepada orang tua peserta didik, kami sangat berharap liburan ini anak-anak tetap di rumah. Jangan sampai anak-anak berkeliaran demi kesehatan mereka,” pintanya.

Ansyar juga menegaskan harus ada kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan orang tua murid, sehingga aktivitas pembelajaran di rumah bisa berjalan dengan baik dan antisipasi penyebaran virus corona dapat terlaksana dengan baik pula.

“Ini berlaku bagi semua sekolah yang ada dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palu. Jumlahnya sekitar 400 sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP dengan jumlah peserta didik sekitar 50 ribu orang,” ujarnya. (Hajir)

Advertisement
%d bloggers like this: