Connect with us

Daerah

Pesta Adat Suku Lauje Sebagai Penguatan Tradisi dan Budaya

Utustoria, PALU – Demi upaya semakin menguatkan budaya serta tradisi daerah, pada Jumat (20/19/2019) dilaksanakan Pesta Adat Lauje di Desa Ogoansam , Kecamatan Palasa , Kabupaten Parigi Moutong.


Dalam Pesta Adat Suku Lauje ini, terjalin silahturahmi antar kepala adat sekacamatan Palasa serta kepala adat dari kecamatan Tomini dan Tinombo yang bersama-sama menyatukan pendapat dalam penguatan hukum adat dimasing-masing wilayah masyarakat adat.

Ketua Panitia, Musrip Lihawa mengungkapkan, segala permasalahan yang menyangkut kesalahpahaman, dan masih mampu ditangani oleh para pemangku adat, agar sekiranya tidak langsung melibatkan pihak Kepolisian maupun TNI.


“Ada juga Keluarga kita yang dari pegunungan untuk bisa sama-sama dengan kita yang dibawah sini melaksanakan kegiatan sesuai dengan adat Suku Lauje,”ungkapnya.

Lanjutnya, Kecamatan Palasa memiliki 11 Desa, agar tidak terjadi perbedaan dalam pengambilan keputusan pada hukum adat, harus didasari dengan pandangan yang sama terhadap hukum adat.


“Hukum adat ini kan tidak tertulis jadi mesti ada kesepakatan bersama antar ketua adat dan masyarakat,”ungkapnya.

Selain itu, dengan semakin majunya perkembangan zaman yang mengancam adat istiadat semakin tersisihkan, para generasi diharapkan dapat menjaga adat istiadat Suku Lauje.

” Seperti contoh kecil, anak-anak muda sekarang lewat dimuka orang tua sudah tidak salaman, tidak turun tangan (salaman). Jadi kita upayakan terjadi perubahan perilaku kepada anak-anak muda tadi itu melalui penguatan adat istiadat,”tutur Musrip.

Sementara itu Pembina Aliansi Masyarakat Adat Suku Lauje (AMAN) Parigi Moutong yang juga merupakan Anggota DPR Provinsi Sulteng, Ibrahim A.Hafid mengatakan, “pesta adat sebagai cara membudidayakan Kembali budaya suku lauje dan melestarikannya.

Selain melestarikan budaya Suku Lauje, lanjut dia, harus dikembangkan pula, terlebih nilai-nilai tradisi yang harus dijunjung tinggi bersama.

“Seyogyanya pada masa lalu manusia berkeyakinan terhadap hal-hal yang animisme tapi bukan sebuah tradisi yang mengalihkan keyakinan kita kepada keyakinan kepada Tuhan yang maha kuasa. Pesta adat sebagai suatu tradisi dan budaya yang patut kita lestarikan,” ungkapnya.

Ibrahim menambahkan, tradisi dan kebudayaan ini tidak boleh hilang dalam masyarakat . Serta menurutnya, tradisi dan budaya sebuah identitas bagi masyarakat Adat Lauje, ketika hal tersebut tidak membumikan lagi atau tidak melakukan lagi, maka kita kehilangan jati diri dan identitas kita sebagai masyarakat Adat Lauje,” tambahnya.

Olehnya itu, tradisi dan budaya untuk diperkenalkan kepada generasi sehingga menjadi bahan edukasi kepada generasi selanjutnya. Dan beserta masyarakat adat Lauje melestarikan tradisi dan budaya Suku Lauje secara partisipatif.

Pesta adat suku lauje yang dilaksanakan sejak Kamis sampai Sabtu, selama tiga haru tiga malam dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat seperti pembersihan rumah-rumah ibadah dan penanaman bambu. (Afdal)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: