Connect with us

Terkini

Protes Pernyataan Humas Pertamina EP, Kepala BPN Luwuk Ancam Polisikan Wartawan

Foto : Mata Bangsa

Utustoria, BANGGAI – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banggai, Rizal tiba-tiba marah dan mencak-mencak atas pemberitaan terkait proses pemecahan sertifikat lahan warga Kamiwangi, Kecamatan Toili Barat, Jumat (6/3/2020).

Melalui sambungan telepon, Rizal yang tengah berada di Kota Palu tiba-tiba bereaksi marah atas pernyataan Humas Pertamina yang ditayangkan media ini dengan judul, ‘Pertamina EP: Proses Pemecahan Sertifikat Warga Kamiwangi Menunggu Alat Ukur BPN“.

Awalnya, terkait masalah sertifikat lahan warga Kamiwangi, Humas PT Pertamina EP Donggi – Matindok Field Asset 4, Iksan memberikan keterangan terkait kesiapan BPN untuk turun di lahan (lokasi) yang akan dilakukan pemecahan sertifikat. Hanya saja, kata Iksan, pihak BPN masih menunggu kedatangan alat ukur.

Ketika berita tersebut ditayangkan di laman utustoria.com, Kepala BPN Kabupaten Banggai, Rizal menghubungi jurnalis Utustoria melalui telpon dengan nomor +628133964XXXX.

Dalam telepon, Rizal menyalahkan berita yang diterbitkan oleh media Utustoria dengan alasan jurnalis tidak melakukan konfirmasi kepada pihak BPN. Padahal dalam berita tersebut tidak terdapat unsur menyerang atau memyalahkan pihak BPN.

“Kan kau harus konfirmasi ke saya dulu, jangan kau muat sebelum kau ketemu dengan saya. Kan begitu aturan wartawan,” terangnya.

Namun, saat diberikan kesempatan untuk klarifikasi sebagai hak jawab, Rizal malah mengatakan dirinya masih berada di Palu dan mengaku draft atas persoalan sertifikat berada di kantor (sehingga belum bisa memberikan keterangan).

Saat ditanyakan terkait kendala proses pemecahan sertifikat apakah hanya berada pada ketersediaan alat ukur, Rizal menegaskan bahwa masalah keterlambatan bukan pada persoalan alat ukur, melainkan berkasnya yang terlalu lama di notaris. Sebab, ada beberapa lahan yang dilalui jalur pipa berbeda dengan sertifikat yang diajukan, sehingga butuh konfirmasi.

“Kau wartawan apa kau ini,” sergahnya.

Ketika jurnalis ini kembali menawarkan kesempatan untuk menggunakan hak jawab, lagi-lagi Rizal cuek. Ia hanya menegaskan akan membawa persoalan ini ke kepolisian. Ia juga sempat memersoalkan masalah sertifikasi jurnalis yang memuat berita tersebut.

“Kau seenaknya muat tanpa konfirmasi, baru tidak betul lagi,” tandasnya dengan suara keras.

Meski begitu, tawaran hak jawab kembali disampaikan, namun Rizal menolak dengan alasan berita tersebut sudah terlanjur ditayangkan. Ia pun kembali mengancam untuk melaporkan hal itu ke kepolisian.

“Saya sudah malas, tunggu saya di Luwuk” tandasnya dan langsung menutup telepon. (rdk)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: