Connect with us

Pendidikan

Rayakan Dies Natalis Teknik Untad ke – 36, Fakultas Teknik Gelar Seminar Nasional

Utustoria , PALU – Dalam rangka merayakan Dies Natalis Teknik Universitas Tadulako ke-36 , Fakultas Teknik menggelar seminar nasional bertajuk ” Peran dan Tantangan Tenaga Teknik Profesional dalam Pembangunan Nasional di Era Revolusi Industri 4.0″.

Kegiatan tersebut di rangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sulawesi Tengah, di Gedung Media Center Untad, Rabu (23/10/2019).

Dalam kegiatan tersebut , Fakultas Teknik Untad menghadirkan narasumber dari berbagai pihak di antaranya, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, selaku guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Arif Kusuma Among Praja, Ir Faisal Safa, IPU, Asean UmEng, Dekan FT Untad Prof. Dr. Amar, ST, MT.

Dalam sambutannya, Eko Rakhmat Labaso, ST MT selaku ketua panitia seminar Mengatakan, Revolusi industri 4.0 telah terjadi keniscayaan yang harus dihadapi oleh industri di negeri ini.

” Persiapan diseluruh bidang harus segera dilakukan, agar Indonesia tidak tertinggal dari dunia yang bergerak semakin cepat, para tenaga teknik profesional harus lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi era digital yang semakin canggih dan terus berkembang,” ungkapnya .

Dalam sambutan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Eng.Ir. Andi Rusdin,ST,MT, M.Sc,IPM, ASEAN Eng mengatakan, pelaksanaan pendidikan keteknikan yang dilaksanakan di Universitas Tadulako merupakan niat mulia dari para pendiri pendidikan keteknikan agar masyarakat sulteng bisa memperoleh pendidikan keinsinyuran dan keteknikan. Sehingga mampu memperolah rekayasa dan dapat berkiprah dan berpartisipasi mempercepat pembangunan di sulteng.

“Kami mengharapkan agar PII dapat membantu menggolkan rencana Untad yaitu program studi Insinyur,”katanya.

Lanjutnya , meskipun diketahui masih beberapa kekurangan, persyaratan yang belum terpenuhi, pihaknya berharap mendapat dukungan dari Kementrian, sebab, daerah sulteng yang paling cepat pertumbuhan industi dan ekonomi.

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP juga mengatakan, hal yang manjadi tantangan kedepan jika Ibu Kota pindah di Kalimantan, tentu peran Universitas Tadulako sangat strategis.

“Strategisnya untuk menyiapkan anak anak kita, agar siap untuk menjadi tenaga yang terampil untuk menyangga progresif Ibu Kota yang berada di kalimantan,” kata Mahfudz.

Tambahnya, pihaknya berharap kepada seluruh rekan tekhnik mencoba pro aktif untuk menjual idenya, dan tidak hanya menunggu tagihan dari proyek. “Kita harus memperkenalkan diri bahwa kita sudah punya inovasi yang sudah paten,”pungkasnya.

Lanjut Mahfudz, meskipun usia fakultas tekhnik Untad masi sangat muda, namun dengan berbagai macam ide dan gagasan lahir dari rekan dosen yang sangat luar biasa, sehingga fakultas teknik Untad tidak kalah dengan fakultas teknik di Universitas lain.

Turut hadir masing-masing perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sulteng, Pemkot Palu, Rektor Universitas Tadulako, Ketua Senat Untad, Ketua Dewan Pertimbangan, Ketua Dewan Profesor, Ketua satuan Pengawas Internal, Wakil-wakil Rektor Untad, Kepala-kepala Lembaga, Kepala-kepala Biro, Direktur Pascasarjana Untad, Dekan-dekan Untad, Dekan FTI UMI Makassar, Ketua Umum PII yang diwakili oleh direktor eksekutif, ketua Umum PII, Mantan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, kementrian PUPR, Kementrian Perhubungan, Ketua LPJK Sulteng, Alumni Teknik Untad, Perwakilan Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik Untad serta media lokal maupun nasional. (Pudin)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: