Connect with us

Daerah

Reny : Saat Ini Sulteng Belum Terdampak Virus Corona

Kepala Dinas, Reny A.Lamadjido, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/01/2020).

Utustoria, PALU – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan hingga saat ini Sulteng belum ada yang terkena virus corona khusunya WNA yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Negara China.

“Sampai saat ini belum ada yang terdampak penyakit virus korona dan InsyaAllah tidak ada terjadi di Sulawesi Tengah, karena sudah cukuplah kita dengan bencana yang 2018 kemarin, cukup berat jangan lagi ada, bahkan di Indonesia pun kalau bisa jangan,” kata Kepala Dinas, Reny A.Lamadjido, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/01/2020).

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi yang dibawah kepemimpinan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola bersama Dinas Kesehatan Sulteng kepada semua penumpang pesawat dan pelabuhan akan melakukan beberapa pemeriksaan.

“Semua penumpang, terutama penumpang asing yang ada di bandara dan di pelabuhan itu kita laksanakan Pemeriksaan Infrared, diletakan di kepala supaya diketahui suhu badannya berapa, selanjutnya pemeriksaan thermal scan itu juga kita lakukan untuk mengantisipasi, kalau kita dapatkan suhu 38, maka itu langsung kita observasi, kalau memang dia ada gejala-gejala indikasi terhadap virus corona ini maka kita akan masukan ke rumah sakit,” kata Reny.

Reny menuturkan, rumah sakit yang sementara di siapkan adalah RS Undata, karena disana telah sejak 15 tahun itu di SK kan sebagai rumah sakit rujukan flu burung, SARS dan Mers.

“Bukan berarti rumah sakit lain tidak boleh menerima, karena itu kita harus mempersiapkan juga alat pelindung dirinya semacam baju robot, kemudian untuk tambahan obat-obatan untuk sementara kita tempatkan dulu khususnya di rumah sakit Undata,” tuturnya.

“Tapi kalau ada pasien di kabupaten itu kita tempatkan dulu di rumah sakit umum daerahnya, karena kalau kita mau suruh kesini kan jauh, kita minta semua rumah sakit melayani dulu,” lanjut Reny.

Reny mengungkapkan bahwa obat dari virus corona ada, obatnya sama seperti penyakit biasa yakni batuk, flu, sesak napas, kemudian demam, sama halnya dengan sakit biasa, namun perbedaannya virus corona lebih cepat penyebarannya.

“Obatnya ada, yang belum ada itu vaksinnya, obat seperti penanganan biasa cuman memang dia harus cepat dan intens supaya kumannya mati, dan cepat teratasi sehingga tidak menyebar kepada yang lain,” ungkapnya.

Selanjutnya, Reny menambahkan, sekitar tanggal 3 Februari 2020 Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng bersama DPRD Provinsi Sulteng akan ke PT IMIP untuk melihat situasi. Dan Dewan Direksi PT IMIP telah membuat suatu surat yang menerangkan pihaknya (PT IMIP) tidak menerima tamu siapapun juga.

“Dan tidak menerima lagi tenaga asingnya dan itu sudah surat keputusannya belio, warga yang ada didalam dilakukan pemeriksaan juga secara lengkap rutin dan berkala,” Sambung Reny.

Reny menjelaskan Dinas Kesehatan dan DPRD Provinsi Sulteng akan masuk kedalam PT.IMIP dengan izin sesuai prosedur pada PT IMIP.

“Sebenarnya pada saat ini mereka tidak mau menerima kita, saya tidak tau bagaimana jawabnya terhadap DPR, apakah kita bisa masuk ke dalam atau ia keluar untuk bertemu dengan kita itu yang saya belum tau,” tutupnya.(Afdal)

Advertisement
%d bloggers like this: