Connect with us

Sosial

Satgas TNI 132 Tadulako Terus Kawal Percepatan Pembangunan Huntap

Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita pada kegiatan coffee morning yang dilaksanakan bersama Wartawan, di Aula Songgolangi Makorem 132 Tadulako, Jum'at (17/01/2020). (Afdal/Utustoria)

Utustoria, PALU – Satuan Petugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Korem 132 Tadulako terus mengawal percepatan pembangunan hunian tetap pasca bencana Sulawesi Tengah.

Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita mengatakan, harapannya diawal bulan Ramadhan sudah siap ditempati 400 Huntap dalam bentuk unit. Sebab, sejumlah fasilitas pendukung lainnya belum siap saat dilakukan pengecekan dilapangan.

“Seperti air, air itu jadi permasalahan tersendiri, karena dari pihak PUPR yang menyediakan air masih mencari sumbernya karena sumber air disitu (Huntap) masih sulit di tondo, begitu juga di pombewe, sudah ada upaya dari PUPR untuk melakukan pengeboran tetapi debit airnya masih rendah, sehingga masih terus diupayakan kemungkinan akan menarik air dengan memakai pipa panjang dari belakang lokasi Hunian Tetap (Huntap)” katanya.

“Dari segi unit, untuk 400 Huntap sudah siap, hanya saja listrik belum masuk, meteran-meteran juga belum masuk, intalasi air pun belum terpasang secara lengkap di Huntap,” lanjut Agus.

Untuk jalan di Huntap masih sementara proses, ia mengungkapkan setelah melakukan komunikasi dengan yayasan Budha Tzu Chi pembuatan jalan memakai paving blok.

“Saya sudah komunikasikan dengan Yayasan Budha Tzu Chi yang diinginkan Budha Tzu Chi itu kan di depan rumah pake paving blok, nah itu prosesnya untuk pakai paving blok agak lama, yang selesai baru satu lorong,” ungkapnya.

Satgas TNI 132 Tadulako sudah sedikit memberikan tekanan pada mereka untuk tercapainya target, Agus menjelaskan bahwa dari pihak Yayasan Buddha Tzu Chi sendiri 1.500 huntap itu sudah jadi.

“Kalau tidak salah yang bekerja mereka ada sekira 400 orang untuk mencapai target mungkin akan ditambahkan lagi,” jelasnya.

Agus pun menambahkan dalam pembangunan Huntap team Satgas tidak melakukan evaluasi dalam bentuk kualitas pembangunan, namun lebih kepada membantu mendorong untuk unit-unit yang siap ditempati saja.

“Yayasan Budha Tzu Chi sudah memiliki team sendiri untuk mengevaluasi kualitas pembangunan,” tambahnya.

Agus juga menuturkan, untuk stimulan tahap satu ada 4.522 target sampai sekarang baru tercapai sekira 1.300, untuk stimulan di tahap dua kategori rusak berat itu masih sekitar 5000, sisanya itu nanti yang rusak sedang dan rusak ringan yah harapannya itu langsung dibayar,” ujarnya.

“Kalau yang rusak sedang dan rusak ringan itu langsung dibayar sudah 80 persen dari serapan anggaran Rp 1 miliar lebih,” sambung Agus.

Bagi Agus, untuk bantuan rehab rekon itu uang negara uang rakyat juga yang memiliki pertanggung jawaban. Jika misal langsung serahkan, berpotensi bertanggungjawabannya tidak jelas.

“Kita juga ada kekhawatiran, kalau kita lepas dari kontrol atau kepengawasan, itu diwujudkan dalam bentuk yang lain bukan dalam bentuk rumah, nanti siapa yang bertanggungjawab, apakah penerima itu mau bertanggung jawab,” pungkasnya.

Agus menyampaikan, untuk masyarakat kiranya bisa sabar menunggu dan mengikuti aturan yang sedang disusun atau disahkan oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Yang jelas saya yakin Pemerintah daerah tidak mau main-main juga , ini hanya bentuk pertanggungjawaban makanya agak sedikit terlambat yang pasti akan nyampe juga,” tutupnya. (Afdal)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: