Connect with us

Daerah

Sektor Konstruksi Penyumbang Terbanyak Kematian Pekerja di Indonesia

H. Mulyono, saat pembukaan Rapat Kerjasama Operasional BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sektor Jasa Konstruksi, di Gedung Pogombo Kamis (20/2/2020). [Utustoria/Istimewa]

Utustoria, PALU – Asisten Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi H. Mulyono, SE.Ak, MM menjelaskan, saat ini sektor konstruksi masih jadi penyumbang terbanyak kematian pekerja di Indonesia yaitu sebanyak 30 %. Ia meminta agar Aparatur Pemerintah Daerah pastikan pemberi kerja sudah lindungi pekerja konstruksi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pengguna Anggaran (PA) dan bendahara pemda agar memastikan para penyedia jasa konstruksi yang mengerjakan proyek-proyek pemda sudah mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJamsostek.

“Kita sebagai aparatur daerah wajib membantu program nasional karena yang kita lindungi adalah warga negara dan ini mesti Kita dorong supaya tertib aturan,” pesan H. Mulyono, saat pembukaan Rapat Kerjasama Operasional BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sektor Jasa Konstruksi, di Gedung Pogombo Kamis (20/2/2020).

Mulyono juga menyampaikan, mendaftarkan pekerja sebagai peserta program lanjut asisten adalah kewajiban pemberi kerja kepada penerima kerja yang sejalan dengan prinsip perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Lebih baik kehilangan 1 menit dalam bekerja daripada harus kehilangan segala-galanya hanya karena mengabaikan faktor-faktor K3,” katanya.

Dirinya juga mengungkapkan, meski sudah banyak aturan yang mengikat akan tetapi kepesertaan program di Sulteng belum signifikan karena sampai akhir 2019 baru sekitar 30% dari total angkatan kerja yang ter-cover BPJamsostek.

“Mirisnya lagi ada 200-an proyek plat merah yang diduga pihak penyedia jasa konstruksi belum kunjung mendaftarkan pekerjanya hingga akhir 2019,” ujarnya.

Lanjut Mulyono, dengan tidak adanya kenaikan iuran BPJamsostek atas peningkatan nilai manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sesuai PP 82 Tahun 2019, diharap asisten merangsang animo penyedia jasa konstruksi untuk segera memenuhi kewajibannya kepada pekerja.

“Jangan setelah terjadi baru sadar pentingnya perlindungan kerja yang mesti hadir di saat awal,” tegasnya.

Senada dengan asisten, BPJamsostek Cabang Palu lewat kepala bidang Amrullah mengharap peran serta PPK, KPA, PA dan bendahara sebagai ujung tombak dalam memastikan terpenuhinya hak-hak perlindungan tenaga kerja proyek konstruksi di Sulteng.

“Semoga ini jadi ajang silaturahmi dan kerjasama yang baik untuk ke depan,” singkatnya mewakili kepala cabang yang berhalangan hadir,” tuturnya.

Selain dari BPJamsostek, turut jadi narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, dan Biro Pengadaan Barang Jasa. (Hajir)

Advertisement
%d bloggers like this: