Connect with us

Daerah

SKK Migas – KKKS laksanakan Kuliah Umum di Untad bertajuk Industri Hulu Migas

Utustoria.com , PALU – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) menggelar Kuliah Umum yang bertajuk ‘Industri Hulu Migas’ di Universitas Tadulako (Untad), Kamis (17 /10 /2019)

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Lukman mewakili Rektor Universitas Tadulako menyampaikan, kuliah umum pada hari ini sangat berbeda dari kuliah umum sebelumnya, dimana kegiatan sebelumnya kita menghadirkan dari Dosen, tetapi kali ini kita hadirkan para praktisi ataupun pelaku utama dalam bidang minyak dan gas (Migas), yang saat ini bergerak diwilayah Toili dan Morowali.

“Berbicara Toili, saya teringat pada jaman Orde Baru dulu belum terbayang soal minyak, yang terbayang hanya Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kemudian menjadi kelapa sawit. Seperti yang kita ketahui bersama sesosok Murad Husein yang pada saat itu kita dilanda krisis moneter, nilai rupiah anjlok, tetapi Ia hadir menjadi orang terbanyak menukar uang dolarnya sehingga sedikit mendongkrat nilai rupiah lebih baik,” ujarnya.

Kemudian untuk sekarang. Tambah Dr. Lukman, kita suda bergerak tidak lagi bicara soal hutan tapi kita berbicara soal minyak.

“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bahwa hasil eksplorasi oleh Pertamina dan perusahaan dibidang minyak dan Gas kekayaan yang berada di wilayah Banggai dan Morowali sudah sepatutnya kita syukuri sumberdaya alam yang ada, karena sumberdaya alam ini ada masanya habis Jika di bandingkan dengan investasi sumber daya manusia itu lebih baik,” Ungkap Lukman .

Olehnya, mudah mudahan dengan di adakannya kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama, kita bisa bersinergi yang kemudian Untad hadir memberi manfaat bagi bagi bangsa ini terkhus bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Manajer Senior Humas Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Kalimantan dan Sulawesi, Sebastian Julius menyampaikan, perlu diketahui bersama bahwa kegiatan industri Hulu Migas yang sedang dilakukan Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) ataupun perusahaan minyak lainnya merupakan amanah dari Pemerintah Republik Indonesia (RI), karena dengan konsumsi BBM yang secara kebutuhan dan produksi kita dalam posisi devisit.

” Dengan posisi devisit tersebut, tidak ada cara lain kita harus menggeliatkan upaya upaya eksplorasi,” ujar Sebastian, saat memberikan sambutan.

Perlu kita ketahui bersama total cekungan yang ada di Indonesia sekitar 129, cekungan itu sendiri adalah tempat hidro karbon berada. Saat ini di Indonesia sekitar 74 cekungan belum dimanfaatkan sama sekali. Sehingga, apa yang bapak, ibu, adik-adik sekalian dengar atas apa yang diproduksi di Indonesia saat ini, itu berasal dari sekitar 54 cekungan eksisting dan 74 belum disentuh sama sekali. “Tidak ada cara lain untuk mengetahui cekungan tersebut selain kita melakukan eksplorasi,” ujar Sebastian.

Dalam hal ini, tambah Sebastian, kaitannya dengan konsumsi dan produksi migas, maka diadakan upaya-upaya yang coba dilakukan SKK Migas antara lain yaitu SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas akan memonitor  dan memastikan seluruh word program in budjeting akan coba dilaksanakan dan dikerjakan seluruhnya. 

Olehnya, Pemerintah RI kepada SKK Migas mencari langkah-langkah untuk mempermudah prosedur-prosedur yang ada di Industri migas, dalam rangkaian prosedur di kementerian ESDM dan SKK Migas itu sendiri kita telah coba untuk melaksanakan beberapa pedoman-pedoman ataupun peraturan-peraturan, sehingga terjadi birokrasi yang terlalu panjang atau tahap perizinan yang terlalu panjang.

“Harapannya dengan singkatnya birokrasi tersebut teman-teman dari KKKS dapat bekerja dan secepatnya merealisasikan program itu,” tegasnya.

Dalam Kegiatan tersebut sebagai pemateri yaitu Tim JOB Pertamina Medco E & P Tomori Sulawesi, Ruru Rusdianto, dan turut hadir para Dekan dan jajarannya dan dimeeiahkan sekitar ratusan Mahasiswa Untad. Kegiatan itu juga dilaksanakan penandatangganan kerja sama antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) serta Pertamina Medco E & P Tomori Sulawesi bersama Universitas Tadulako (Untad).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: