Connect with us

Daerah

SPIM Layangkan Surat ke Pimpinan IMIP Terkait Keluhan Anggotanya yang Diduga Dapatkan Pelayanan Tidak Baik Oleh Oknum Dokter

Utustoria , MOROWALI – Serikat Pekerja Industri Morowali (SPIM) melayangkan surat kepada pihak Pimpinan PT IMIP terkait adanya laporan (keluhan) salah satu anggotanya yakni Nursalam yang dinilai mendapatkan pelayanan tidak baik di Klinik Kesehatan PT IMIP oleh salah satu oknum dokter pada 26 November kemarin.

Dengan kondisi itu, Ketua SPIM Afdal S.Pd mengeluarkan surat permintaan penyelesaian masalah dengan nomor : 020/A/SPIM_560/XI/2019 kepada pimpinan IMIP pada 27 November 2019.

Adapun kronologis kejadian menurut Nursalam , pada 26 November 2019 kemarin terjadi kecelakaan tunggal yang dialami oleh Nirwana (Istri Nursalam) di Desa Siumbatu Kecamatan Bahodopi sekira pukul 14.00 Wita. Atas kejadian tersebut Nirwana terpaksa harus dilarikan ke klinik PT IMIP untuk mendapatkan perawatan.

Setelah sampainya di Klinik , tenaga medis Klinik tersebut langsung menangani luka lebam yang dialami oleh Nirwana dan pasien disarankan untuk melakukan foto radiologi (rontgent) . Setelah ada hasil foto radiologi , Nursalam sebagai suami pasien pun dipanggil oleh dokter jaga untuk mendengarkan penjelasan hasil foto radiologi. Namun salah satu dokter lainnya menyarankan agar pasien dirujuk tanpa ada observasi terlebih dahalu terkait kondisi pasien.

Namun saat itu Nursalam langsung meminta ke pihak dokter agar sekiranya tidak melakukan rujukan ke Rumah Sakit Bungku dan perawatan pasien dilakukan di Klinik saja. Sontak saja , nada tinggi dikeluarkan oleh salah satu dokter dengan alasan bahwa pasien butuh dokter ahli bedah.

” Namun saya mengacu pada hasil rontgent yang tidak terjadi apa-apa dan hanya retakan kecil dan tidak ada pendarahan diarea retakan tersebut. Dan saya tetap meminta agar pasien dirawat di Klinik saja,”ujarnya.

Namun , dokter tersebut kembali mengrluarjan nada yang tinggi dan memaksa untuk tetap dirujuk. Dan jika menolak , Nursalam diminta untuk mengisi form penolakan rujukan. Dengan begitu adu mulutpun terjadi antara Nursalam dan pihak Dokter dan tiba-tiba seorang dokter menggebrak meja dan meneriaki Nursalam “Woooiiii”.

Setelah itu , Nursalam pun mendekati istrinya dan menanyakan kebersediaan istrinya untuk di rujuk ke RSUD Bungku. Merasa mendapatkan pelayanan yang tidak layak dan tidak sesuai dengan kode etik Profesi Dokter, maka Nursalam langsung menggendong sang istri untuk keluar dari Klinik tanpa menghiraukan kondisi pasien karena telah kesal mendapatkan pelayanan yang dianggap buruk.

Dan dalam waktu dekat ini Nursalam juga akan melayangkan pengaduan terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait sikap yang dilakukan oleh oknum dokter itu. (Redaksi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: