Connect with us

Daerah

Syahrudin : Pencegahan Corona di Sulteng Harus Tegas

Syahrudin A. Douw S.H

Utustoria, PALU – Pengamat Pertambangan, Syahrudin A. Douw S.H menyebutkan Pemerintah harus tegas mengeluarkan kebijakan terkait penanggulangan dan pencegahan virus corona di Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan, khususnya disektor pertambangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah harus tegas dan secepatnya mengeluarkan kebijakan terkait larangan bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok masuk di Morowali.

“Sedangkan kita ketahui virus corona ini pertama kali diberitakan, berasal dari wilayah Tiongkok, dan penyebaranya sangat masif dan hanya melalui kontak dengan orang yang terjangkit wabah tersebut, sehingganya hal ini sangat menakutkan,” ucap Syahrudin.

Provinsi Sulawesi Tengah sendiri, kata Syahrudin, tidak menutup kemungkinan virus ini bisa saja hadir, karena secara intensif jumlah tenaga kerja disektor pertambangan di Perusahaan IMIP yang barasal dari Tiongkok di Morowali sangat banyak, itu mencapai puluhan ribu orang.

“Jumlah mencapai puluhan ribu orang dan lalulintas orang dari dan menuju Tiongkok diwilayah Morowali begitu massif, sehingganya wajar jika harus ditingkatkan antisipasi dampak buruk wabah corona,” katanya.

Advokat Kondang ini juga menyampaikan, lamban dan minimnya pengawasan orang Tiongkok di Morowali khususnya, itu diketahui dengan model pendataan jumlah orang dari Tiongkok yang bekerja di IMIP, sampai saat ini Pemerintah Provinsi Sulteng tidak memiliki data yang akurat berapa jumlah tenaga kerja yang berada disana.

“Jika soal jumlah tenaga kerja Tiongkok saja Pemerintah Provinsi tidak memiliki data akurat, maka sudah di pastikan bahwa tindakan mencegah wabah Corona tidak efektif dan minim pengawasan,” ujar pria yang biasa disapa Etal ini.

Tambah Etal, sampai saat ini langkah Pemerintah Provinsi Sulteng dengan bahaya virus Corona belum terlihat dan terdengar, masyarakat hanya mengetahui cerita virus corona dan penyebarannya melalui media sosial secara berantai dan media Televisi, seperti yang diberitakan bahwa di Indonesia telah terdapat 2 orang yang positif terjangkit virus tersebut.

Untuk itu. Lanjut Etal, karena wabah ini sangat mengerikan, dirinya meminta agar Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk menutup sementara lalulintas orang dari Tiongkok ke Morowali. Selain itu, pihaknya meminta Dinas teknis yang terkait, agar mengeluarkan himbauan kepada masyarakat Sulteng tentang tata cara menanggulangi wabah tersebut dan mengurangi Intensitas bepergian keluar daerah.

“Kami menghimbau pemerintah serius dalam mengantisipasi wabah berbahaya. Karena jika nanti ada masalah kemudian baru mengeluarkan himbauan itu sama dengan kerja-kerja pemadam kebakaran, dan hal itu tidak bijak ditengah situasi saat ini,” tegasnya. (Hajir)

Advertisement
%d bloggers like this: