Connect with us

Daerah

Tahapan Pilkada 2020, Bawaslu Sulteng Tangani 15 Kasus Pelanggaran

Utustoria , PALU – Pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di Sulawesi Tengah, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah telah menangani 15 kasus, yakni Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pelanggaran Netralitas Polisi Republik Indonesia (Polri).

“Dalam tahapan Pilkada 2020, ada 14 kasus mengenai pelanggaran netralitas ASN dan 1 kasus pelanggaran netralitas Polri ini tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah,” Kata Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen, saat Konperensi Pers, di Kantor Bawaslu Sulteng, Senin (13/01/201/2020).

Adapun kasus yang terdapat pelanggaran netralitas ASN dan Polri, Ruslan menyebutkan, terdapat 4 kasus di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, 1 kasus di Kota Palu, 5 kasus di Kabupaten Sigi, 1 kasus di Kabupaten Morowali Utara, 4 kasus di Kabupaten Banggai, yang jumlahmya ada 15 kasus.

Ruslan menjelaskan, dari 15 kasus, pada jenis pelanggaran netralitas ASN berdasarkan peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS, dapat dibagi, yakni ada 4 pelanggaran ASN diduga melakukan pelanggaran pendekatan dengan partai politik terkait rencana pengusulan dirinya dan atau naik menjadi bakal calon kepala daerah.

Selanjutnya, ada 4 kasus pelanggaran ASN memasang spanduk atau baliho yang mempromosikan dirinya atau orang lain sebagai bakal calon kepala daerah ataupun wakil kepala daerah, dan ada 6 kasus pelanggaran ASN mengunggah, menanggapi, ataupun menyebarluaskan bakal pasangan calon kepala daerah melalui media online maupun media sosial.

“Atas kasus-kasus tersebut, proses penanganan dugaan pelanggaran netralitas ASN dan Polri telah direkomendasikan ke Komisi ASN itu ada 8 kasus, sementara dalam proses penanganan 6 kasus, dan 1 kasus dihentikan,” tutupnya. (Afdal)

Advertisement
%d blogger menyukai ini: