Connect with us

Ekonomi

Tampung Improvement dan Inovasi, Pertamina EP Gelar IIA 2019

Utustoria , BOGOR – PT Pertamina EP kontraktor kontrak kerja sama di bawah koordinasi dan supervisi SKK Migas selalu komitmen untuk terus meningkatkan produksi minyak mentah. Salah satu upayanya yakni dengan menampung inovasi dan aspirasi pekerja dengan menyelenggarakan Improvement Innovation Award (IIA) 2019, 7-9 Oktober 2019, di IPC Corporate University.


Kegiatan yang diikuti 129 tim ini dihadiri oleh top management BOD Pertamina EP Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H. Samsu dan Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Archandra Tahar sebagai keynote speaker. 


President Director Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya Pertamina EP dalam menelurkan Inovasi selalu mencatatkan peningkatan setiap tahunnya. 


“Ini yang harus Kita apresiasi bahwa setiap tahunnya jumlah risalah inovasi dan improvement meningkat 16% dari tahun lalu sebanyak 595 ide yang disampaikan,” ujarnya.


Dirinya menjelaskan bahwa di dalam sebuah perusahaan harus memiliki kreatifitas dan inovasi, karena tanpa hal tersebut sebuah perusahaan bisa tertinggal dari perusahaan lainnya. 


“Sebuah perusahaan yang tidak memiliki inovasi, dalam setahun saja bisa tertinggal seolah-olah selama 10 tahun. Maka untuk itu, saya berpesan kepada para insan mutu untuk terus kreatif dan inovatif,” jelasnya.


Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H. Samsu mengatakan bahwa IIA merupakan ruang terhadap pekerja untuk menyampaikan hasil Inovasi yang sangat bermanfaat untuk perusahaan.


“Pertamina EP dalam Hal ini sudah memberikan ruang kepada seluruh pekerja untuk melakukan inovasi dan hasilnya adalah sebuah inovasi yang sangat menguntungkan perusahaan,” ungkap Dharmawan.


Selanjutnya dirinya menyampaikan bahwa dalam memberikan inovasi haruslah dilandasi tiga Hal penting didalamnya, yaitu applicability, replicability, adoptability.


“Inovasi yang saat ini sedang dikerjakan oleh rekan-rekan harus memenuhi tiga unsur utama yaitu applicability, replicability, adoptability. Dengan ketiga Hal tersebut barulah dapat dikatakan bermanfaat bagi Perusahaan, kuncinya adalah Just Do It, jadi segera dikerjakan, jangan sampai tunggu nanti-nanti lagi.” jelasnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Archandra Tahar menyampaikan bahwa inovasi tidak terbatas pada aspek teknikal, karena inovasi merupakan integrasi yang membutuhkan skill dan non skill.


“Inovasi tidak hanya sebatas pada aspek teknikal, justru harus terintegrasi dengan non teknikal, seperti para inovator dunia mempunyai kesamaan yaitu selalu berpikir tentang hal baru,” Ucapnya.


Peradaban saat ini telah berubah sejak adanya inovasi. Inovasi harus bisa diterapkan dengan proses bisnis agar bisa berkembang sejalan antara inovasi dan proses bisnis.


Namun pada kesempatan tersebut Archandra mengatakan inovasi membutuhkan ruang yang sebesar-besarnya untuk menampung ide-ide yang menarik tentunya yang sejalan dengan proses bisnis agar tercipta Value Creation.


“Perlu Saya sampaikan bahwa inovasi membutuhkan ruang yang tanpa batas, dalam hal ini batasan managerial karena inovasi lahir dengan proses bottom up bukan top down, ketika inovasi lahir Dan sejalan dengan proses bisnis maka akan tercipta Value Creation.” Ujarnya didepan seluruh peserta IIA 2019 Pertamina EP.


Dirinya juga menyampaikan bahwa inovasi bisa saja tak berkembang apabila perusahaan membatasi ruang kreasi pekerja.


“Inovasi bisa saja tak berkembang jika perusahaan membatasi ruang kreasi, dan inovasi juga Tak berkembang jika perasaan takut gagal menghantui pekerja, budgeting yang terlalu mencekik, sehingga membuat perusahaan tak mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Jadi perusahaan harus membuka diri kepada inovator-inovatornya di perusahaan,” tutup archandra


Kegiatan Improvement Inovation Award 2019 Pertamina EP  menghasilkan tiga belas tim terbaik untuk mewakili pertamina EP di ajang UIIA 2019, 13 tim terbaik yang terdiri dari sepuluh gugus CIP Original dan tiga gugus CIP Replikasi diantaranya 


1. IP ATOM

2. FTP Unification

3. PCP Aladdin

4. PCP COBEK

5. PCP Mangkok Ajaib

6. PCP My Health

7. PCP OBHP

8. PCP Radja Tiga

9. PCP Sea- WAROC

10. PCP ULTRAMAN

11. RTP Supress

12. RTP Pee wee Gaskeun

13. RTP CLASS G


Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Bisnis Pertamina EP , Achmad Alfian Husein menutup perhelatan IIA dengan mengucapkan selamat kepada para gugus terbaik semoga inovasi yang digagaskan bisa memberikan dampak yang positif bagi perusahaan.


“Selanjutnya tim gugus terbaik akan berlaga diajang UIIA 2019 yang akan dilaksanakan akhir tahun, dengan begitu tim gugus masih mempunyai waktu untuk melakukan persiapan yang lebih matang. Sementara untuk tim yang belum berkesempatan agar tetap semangat berinovasi.” Ujar alfian


Sebagai info Pertamina EP mencatatkan value Reward real value creation sebesar Rp 326.530.795.53 dari sepuluh  gugus diantaranya 


1. SF KP – PC Prove Sabar – 2017

2. West Exploration KP – PC Prove Geo Blender – 2017

3. Asset 3 – FT Prove Eatlah – 2018

4. Asset 4 – PC Prove note 9K – 2018

5. Asset 2 – PC Prove Gas Eceran – 2018

6. Asset 2 – PC Prove Benuang Idol – 2018

7. Asset 5 – I Prove Lorena – 2017

8. Asset 5 – PC Prove Gerobak – 2018

9. Exploration Planning & Operation KP – PC Prove Stress Less – 2018

10. Treasury & Finance Operation KP – FT Prove Disposito – 2018

(Pertamina)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: