Connect with us

Daerah

Waket Banggar : TKDD Sulteng Masih Ada Masalah

Utustoria , JAKARTA – Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Banggar DPR RI mendapatkan informasi dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah bahwa Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) sering bermasalah.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal usai mendengarkan masukan terkait dengan permasalahan keuangan di Palu , Senin (11/11/2019).

“TKDD yang didorong sesuai fungsinya ternyata masih banyak kendala. Misalnya, terkait dana transfer daerah yang sudah dianggarkan oleh Pemda, tapi tiba-tiba Kementerian Keuangan minta dikembalikan dengan alasan kelebihan transfer. Ini kan masalah yang akan berdampak ke masyarakat,” ungkapnya dilansir melalui dpr.go.id.

Lanjutnya , Tim Banggar DPR RI juga menerima aduan tentang petunjuk teknis (Juknis) dalam penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yang kerap diberikan di akhir penganggaran, sehingga menimbulkan polemik dalam penggunaan DAK tersebut.

 “Ini kan kacau, gimana mereka menggunakan anggaran kalau Juknis diberitahu di akhir penganggaran, ini semua akan kami bahas di Pusat,” tegasnya. 

Seyogyanya, kata dia , TKDD dimanfatkan untuk merealisasikan peningkatkan kesejahteraan rakyat. “Peningatkan tranfer daerah sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, khususnya di Sulteng usai mengalami bencana alam,” ujar politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Selain itu, dalam pertemuan Tim Banggar menyampaikan target penerimaan pajak nasional dan tahun APBN 2019 diperkirakan tidak akan mecnapai target yang sudah ditentukan dalam APBN tahun 2019 sampai dengan akhir Oktober 2019 realisasi penerimaan pajak baru mencapai 63,75 persen dari target Rp 1,577 triliun, cukai baru mencapai 76 persen dari target penerimaan mencapai Rp 208,8 triiun. 

Untuk memenuhi target penerimaan hingga akhir tahun 2019, Banggar DPR RI berharap Kepala kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendral (Dirjen) Pajak Bea dan Cukai Sulteng mampu meningkatkann kinerja dalam membantu menghasilkan penerimaan negara di sektor perpajakan.

Advertisement
%d bloggers like this: