Connect with us

Daerah

Wasekjend DPP KNPI Sebut Ketua DPRD Morowali Tak Perlu Egois

Wasekjend DPP KNPI, Wazir Muhaemin

Utustoria, MOROWALI- Pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Kuswandi terkait “Belum saatnya Orang Bungku menjadi Gubernur Sulteng” disalah satu media online di Sulteng, tidak mendapat dukungan, justru menuai sorotan publik.

Pasalnya, pernyataan Kuswandi dinilai Rasis dan provokatif. Hal itu diungkapkan Wasekjend DPP KNPI, Wazir Muhaemin kepada media ini, Selasa (17/3/2020).

“Sudah menjadi keinginan dan konsep kita semua, menjaga dan menjalankan Pilkada yang aman dan damai tanpa harus menjatuhkan siapapun agar cita-cita kita dalam mewujudkan pilkada damai dapat terlaksana di daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Dikatakan Wazir, seharusnya Kuswandi yang dikenal sebagai publik figur di Kabupaten Morowali, tidak perlu menyatakan hal itu, jika sekiranya kedepan Kuswandi selaku Ketua DPRD Morowali dijadikan sebagai tim bagi salah satu pasangan calon dalam kontestasi pemilihan gubernur di masa akan datang, maka hal ini akan membawa pengaruh buruk bagi kandidat tersebut. Dikarenakan pernyataan tersebut tidak memiliki nilai edukatif yang baik bagi pemilih yang ada di Sulteng, dan seharusnya pernyataan Kuswandi yang dinilai rasis dan provokatif itu tidak perlu keluar.

“Jika sekiranya, saya berkecimpung, atau kader dari partai yang dia anut, maka saya akan menyampaikan pada pimpinan partai saya bahwa Kuswandi layak untuk mendapatkan sanksi dari partai, kenapa….? Orang bodoh pun pasti tau dampak dari pernyataan dia tersebut terhadap calon gubernur yang akan dia dukung ke depannya,”ungkapnya.

” Dia lupa bahwa Pak Anwar Hafid adalah mantan Bupati Morowali dua periode, sekarang sebagai anggota DPR-RI, dan juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, dari segi kompetensi dan pengalaman saya pikir cukup jika hanya untuk memimpin Sulteng, belum lagi saat ini di senayan, ada dua orang anggota DPR-RI yang berasal dari suku Bungku dan desa yang sama, yang jumlah DPTnya hanya seribu lebih jumlah pemilih, tapi mampu meraih suara ratusan ribu di Sulawesi Tengah,” sambung Wazir.

Lanjut Wazir, sebagai seorang publik figur, Kuswandi wajib dan harus legowo meminta maaf kepada masyarakat Bungku yang telah dilukai hatinya atas ucapan yang bersifat rasis.

“Tak perlu egois, akui kesalahan dan minta maaf, itu sudah cukup,” tandasnya.(BG)

Advertisement
%d bloggers like this: