Connect with us

Sosial

YLKI Sulteng Gelar Sosialisasi Hak dan Kewajiban Konsumen

Ketua YLKI Salman Hadianto, SH, Med (Kanan Baju Hitam) didampingi Moderator, M. Ramadhan Tahir (Kiri berbaju merah) saat memberikan sosialisasi kepada sejumlah masyarakat, bertempat di Cafe Capeo Kota Palu, Hari Minggu malam (1/2/2020).[Muhajir/utustoria]

Utustoria, PALU – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi Undang-undang perlindungan konsumen Nomor 8 Tahun 1999, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Kegiatan tersebut digelar di Cafe Capeo, Kota Palu, Minggu malam (1/3/2020).

Ketua YLKI Sulawesi Tengah Salman Hadianto mengatakan kegiatan ini dilakukan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hak dan kewajibannya sebagai konsumen berdasarkan UU No. 8 tahun 1999.

“Sosialisasi ini penting dilakukan, ini salah satu upaya YLKI memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri kesadaran masyarakat sebagai konsumen masih sangat rendah,” kata Salman.

Ia juga menyampaikan karena dengan kurangnya kesadaran tersebut, sehingga masyarakat sebagai konsumen menanggulangi masalahnya sendiri.

“Jadi kalau ada konsumen yang dirugikan, dia sendiri yang tanggulangi, dia tidak laporkan dan dipublikasikan, padahal itu sangat penting,” ujarnya.

Lanjut Salman, hal itu dibuktikan pada tahun 2019 yang mengadu ke YLKI terkait permasalahan konsumen itu hanya 49.

“Dari 49 yang mengadukan itu, semuanya selesai secara mediasi, adapun laporan yang mendominasi itu terkait listrik, leasing, perdagangan, dan yang paling dominan itu soal leasing,” ungkapnya.

Salman yang juga sebagai Wakil Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen BPSK) Kota Palu ini meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan ketika ada permasalahan konsumen yang merasa dirugikan.

“Kami tekankan kepada masyarakat itu agar ketika ada permasalahan itu silahkan laporkan ke pada YLKI, karena mengadu itu gratis, dan anggap YLKI itu sebagai mitra dan sahabat yang akan mendampingi konsumen ketika ada masalah, Konsumen cukup membawa alat bukti, seperti nota nota kuitansi dan tau duduk persoalannya,” pesannya.

Dari hasil laporan pengaduan tersebut, Ia menjelaskan YLKI akan memproses dengan upaya melakukan investigasi mencari tau kebenarannya.

“Dari hasil investigasi itu, jika benar konsumen dirugikan, kami akan konfirmasi secara tertulis kepada pelaku usaha yang bersangkutan, kami meminta penjelasannya, kami berikan batas waktu 3 kali 24 jam, dan pelaku usaha wajib memberikan penjelasannya, dalam waktu yang ditentukan tidak ada konfirmasi, kami akan berikan somasi pertama, somasi pertama itu kami berikan waktu satu minggu, satu minggu itu tidak memberikan informasi, maka kami akan menuntut ke BPSK,” tegasnya. (Hajir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
%d bloggers like this: